Indonesia Segera Bangun Observatorium Terbesar di Asia Tenggara - Kompas.com

Indonesia Segera Bangun Observatorium Terbesar di Asia Tenggara

Kompas.com - 03/07/2018, 20:06 WIB
Situs Observatorium Nasional dan Taman Nasional Langit Gelap di Kupang, NTT. Situs Observatorium Nasional dan Taman Nasional Langit Gelap di Kupang, NTT.

KOMPAS.com  - Indonesia akan segera memiliki fasilitas Observatorium terbesar se-Asia Tenggara, yang rencananya akan di bangun di Lereng Gunung Timau di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Ini menjadi kabar baik bagi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir akan mencanangkan situs Observatorium Nasional dan Taman Nasional Langit Gelap.

Acara pencanangan tersebut rencananya akan dilakukan pada hari Senin 9 Juli 2017 di lokasi situs observatorium yang berada di lereng Gunung Timau, NTT.

Berdasar rilis resmi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( LAPAN) yang diterima Kompas.com, situs tersebut akan dilengkapi dengan teleskop modern optik berdiameter 3,8 meter.

Alasan memilih lereng Gunung Timau sebagai situs observatorium oleh LAPAN karena wilayah tersebut sangat ideal untuk pengamatan luar angkasa.

"Iklim dan cuaca di Kupang sangat cocok untuk pengamatan astronomi karena kemaraunya panjang dan curah hujannya rendah. Langitnya bersih dari polusi cahaya karena jauh dari pemukiman dan dekat dengan lintang khatulistiwa, kurang dari 10 derajat," kata Jasyanto, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN.

Baca Juga: LAPAN Resmikan Antena Full Motion Terbesar Indonesia, Ini Fungsinya

Selain pencanangan situs di lereng Gunung Timau, Kepala LAPAN juga akan mencanangkan Kantor Pusat Operasional Observatorium Nasional Timau dan Pusat Sains di Tilong, Kupang, NTT.

Pembangunan observatorium nasional tersebut merupakan hasil kerjasama LAPAN dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Pemerintah Kabupaten Kupang.

Dengan keberadaan situs observatorium di Kupang tersebut, LAPAN berharap akan mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan antariksa di Indonesia.

Selain itu, meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia Timur dalam bidang astronom dan juga membuka peluang pariwisata.

Acara tersebut rencananya akan dihadiri 300 tamu undangan dan 1000 orang di sekitar lokasi situs. Setelah itu, LAPAN akan menggelar acara pengamatan bintang di akhir acara untuk menunjukkan keindahan antariksa dari lereng Gunung Timau.


Komentar
Close Ads X