Kompas.com - 26/06/2018, 19:33 WIB

KOMPAS.com – Selain malaria, demam berdarah, zika; kini ada satu penyakit baru lagi yang disebarkan oleh nyamuk ke manusia.

Seorang remaja di Florida, Amerika Serikat, telah menjadi korban pertama virus Keystone.

Dilansir dari Mother Nature Network, Jumat (22/6/2018); remaja tersebut dibawa ke unit gawat darurat sebuah klinik pada Agustus 2016 karena gejala demam dan ruam. Dokter yang memeriksa kemudian menguji remaja tersebut untuk virus zika tetapi hasilnya negatif.

Kultur virus dari remaja tersebut kemudian dipelajari oleh para peneliti dari University of Florida yang kemudian menemukan adanya virus Keystone.

Baca juga: Lawan Zika, Peneliti Bikin Nyamuk Tak Subur

Seperti yang diceritakan dalam laporan kasus tersebut di jurnal Clinical Infectious Diseases, virus Keystone sebenarnya bukan virus baru.

Ia pertama kali ditemukan di Keystone, Tampa Bay pada 1964. Virus ini kemudian ditemukan menginfeksi berbagai hewan di area pesisir dari Texas hingga Chesapeake Bay.

Akan tetapi, baru kali ini virus Keystone ditemukan menginfeksi manusia.

Dr J Glenn Morris, direktur UF Emerging Pathogens Institute dan penulis laporan, mengatakan, walaupun virus ini belum pernah ditemukan pada manusia, infeksinya mungkin cukup umum di Florida utara.

Baca juga: Bukan Cuma Bikin Gatal, Gigitan Nyamuk Bisa Pengaruhi Kekebalan Tubuh

“Ini adalah salah satu kasus yang jika Anda tidak mencarinya, ya tidak akan ketahuan,” ujarnya.

Walaupun dalam kasus kali ini remaja tersebut mengalami gejala ringan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa Keystone bisa menginfeksi sel otak dan menyebabkan infeksi seperti radang otak.

Oleh karena itu, Morris dan kolega pun menghimbau para peneliti lainnya untuk melakukan studi yang lebih mendalam terhadap Keystone dan penyakit-penyakit lain yang disebarkan oleh nyamuk.

“Semua jenis virus yang disebarkan oleh nyamuk belum kita mengerti dengan benar angka transmisinya. Penelitian tambahan mengenai penyebaran penyakit manusia yang ditransmisikan oleh organisme hidup lainnya akan memperjelas patogen yang paling mengkhawatirkan bagi kesehatan manusia dan hewan,” kata Morris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.