Kompas.com - 02/02/2018, 09:07 WIB
Ilustrasi nyamuk TacioPhilipIlustrasi nyamuk
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Nyamuk diketahui sebagai pembawa virus yang menyebabkan penyakit pada manusia. Salah satu virus yang dibawa nyamuk paling populer demam berdarah dengue (DBD), sedangkan paling baru adalah Zika.

Kedua virus ini cukup meresahkan warga hampir di seluruh dunia. Maka banyak pencegahan yang diambil oleh pemerintah dan ilmuwan berbagai negara.

Di Amerika Serikat, baru-baru ini, para peneliti mengembangkan cara untuk membuat para nyamuk infertile alias tidak subur. Hal ini dilakukan agar telur yang dihasilkan tidak menetas.

Baca juga: Meski Meleset, Pukulan Anda Bisa Bikin Nyamuk Kapok dan Tak Mendekat

Untuk mendapatkan hasil tersebut, para peneliti mula-mula menginfeksi nyamuk jantan dengan bakteri di laboratorium. Dengan begitu, nyamuk jantan akan menjadi tidak subur.

Maka, saat nyamuk jantan kawin dengan betina, telur yang dihasilkan akan mati sebelum menetas.

Hal yang membuat telur-telur tersebut mati adalah ketidakcocokan sitoplasma karena nyamuk jantan telah terinfeksi wolbachia sedangkan nyamuk betina tidak. Dengan matinya telur-telur tersebut, diharapkan populasi nyamuk selanjutnya akan menurun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian ini disebut dengan The Miami-Dade County Mosquito Reduction Test Program. Tujuan program ini adalah mengurangi populasi nyamuk di welayah Miami, Florida tanpa harus melakukan modifikasi genetik buatan.

Bakteri yang digunakan untuk menginfeksi nyamuk jantan tersebut adalah wolbachia. Sebenarnya, wolbachia ini merupakan zat alami yanh dimiliki oleh 60 persen serangga seperti kupu-kupu dan capung.

Uniknya, bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia. Karenanya, cara ini dianggap paling efektif untuk memerangi nyamuk pembawa virus.

Dalam penelitiannya, para peneliti melakukan sterilisasi pada nyamuk Aedes aegypti yang merupakan jenis nyamuk yang terkait penyebaran virus Zika, DBD, dan demam kuning.

Baca juga: Nyeleneh, Nyamuk Ini Lebih Suka Nektar Bunga daripada Darah

Para peneliti hanya melepaskan nyamuk jantan ke alam liar. Itu karena nyamuk betinalah yang menggigit manusia, memakan darah, dan menyebarkan penyakit.

Para peneliti tidak ingin menambah banyak nyamuk betina di alam liar dan menyebarkan virus-virus tersebut.

Percobaan ini sudah dimulai di Key West, Florida minggu ini. Sayangnya, sempat terganggu oleh Badai Irma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.