Kompas.com - 11/06/2018, 20:34 WIB

KOMPAS.com - Semua orang tahu, menurunkan berat badan adalah sesuatu yang sangat sulit dan kompleks. Untuk itu, para peneliti pun mengembangkan teknik radikal untuk menangkal obesitas, yaitu mengubah lemak putih yang jelek menjadi lemak coklat yang bagus.

Bagus atau jelek yang dimaksud di sini bukan mengenai rupa lemak, tetapi kecepatannya membakar kalori.

Brian Gilette, seorang peneliti di New York University Winthrop Hospital dan pendiri Ardent Cell Technologies, menjelaskan bahwa mayoritas lemak di tubuh adalah jaringan putih yang terkumpul di area perut, pinggul, dan paha.

Namun, ada juga lemak coklat yang berjumlah lebih sedikit pada area leher dan bahu. Lemak coklat yang tersimpan di dalam jaringan putih ini lapar energi dan bisa menghasilkan panas bila kelebihan kalori pada tubuh dibakar.

Baca juga: Nyatakan Perang, WHO Ingin Lemak Trans Hilang pada 2023

Gilette bahkan berkata bahwa hanya 50 sampai 100 gram lemak coklat (jumlah yang biasa ditemukan pada orang dewasa) bertanggung jawab untuk 20 persen pengeluaran energi harian orang dewasa.

Untuk mengubah lemak putih menjadi lemak coklat, selama ini para pakar menggunakan paparan suhu dingin atau obat-obatan yang memiliki efek samping. Nah, Gilette dan kolega telah mengembangkan teknologi baru untuk mengubah lemak putih menjadi lemak coklat di dalam bioreaktor.

“Ide umum dari pendekatan berbasis jaringan ini adalah memodifikasi lemak coklat di luar tubuh dan mengembalikannya melalui transplantasi,” ujar Gilette, seperti dilansir dari The Guardian, Minggu (10/6/2018).

Dalam artikel yang dimuat jurnal Scientific Reports, Gillete dan kolega menjelaskan bahwa untuk melakukan teknik baru ini, mereka menyedot lemak putih keluar terlebih dahulu.

Baca juga: Gen yang Bikin Anda Suka Manis-manis Menurunkan Lemak Tubuh, tetapi...

Sel-sel ini kemudian disirami bahan-bahan kimia selama beberapa minggu di dalam bioreaktor agar berubah menjadi lemak coklat sebelum disuntikkan kembali ke dalam tubuh.

Dalam eksperimen pada tikus yang diberi makan tinggi lemak, sel-sel baru yang disuntikkan kembali tetap mempertahankan kualitas lemak coklatnya dan tidak kembali menjadi lemak putih selama delapan minggu.

Para peneliti mengakui bahwa teknik ini baru dilakukan pada sel manusia dan tikus. Eksperimen juga tidak menunjukkan apakah tikus yang menjalani percobaan lebih cepat kurus daripada kelompok kontrol.

Oleh karena itu, mereka pun berharap untuk melakukan eksperimen lebih lanjut yang melibatkan manusia untuk mengetahui efektifitas teknik dan dosis yang dibutuhkan. Jika teknik ini terbukti berhasil, bisa jadi obesitas dan diabetes tidak akan lagi menjadi masalah bagi manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.