Kompas.com - 05/06/2018, 17:35 WIB
Frakmen plastik di lautan Arktik Frakmen plastik di lautan Arktik

Namun, di luar masalah polusi plastik, hal yang membuat banyak orang penasaran adalah mengapa paus mengonsumsi plastik?

Para ahli mengatakan, paus tersebut kemungkinan besar mengira kantong plastik sebagai makanan. Menurut mereka, akumulasi sampah di perut hewan itu bisa menipunya sebagai 'kenyang'.

Dengan sinyal yang salah ini, paus menjadi kekurangan gizi. Jika sudah begitu, paus kemudian akan sakit dan tidak bisa berburu.

"Pada titik tertentu perut mereka penuh dengan sampah dan mereka tidak bisa makan makanan asli," kata Asmutis-Silvia.

"Anda tidak mendapatkan nutrisi apa pun dan dasarnya Anda benar-benar menyumbat sistem pencernaan Anda," imbuhnya.

Sebagai informasi, paus pilot biasanya makan cumi-cumi. Kemungkinan, mereka mengira plastik tersebut sebagai hewan seperti gurita, cumi-cumi, atau sotong.

Polusi Plastik

Polusi plastik hingga saat ini merupakan masalah besar bagi lautan dunia. Di perairan Thailand, lebih dari 300 hewan laut telah diketahui mati setelah makan plastik.

Pada April lalu, seekor paus sperma juga ditemukan mati di lepas pantai Spanyol. Paus tersebut terlihat kurus kering.

Nekropsi menunjukkan ada 27 kilogram sampah plastik dalam perut paus tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.