Namun, di luar masalah polusi plastik, hal yang membuat banyak orang penasaran adalah mengapa paus mengonsumsi plastik?
Para ahli mengatakan, paus tersebut kemungkinan besar mengira kantong plastik sebagai makanan. Menurut mereka, akumulasi sampah di perut hewan itu bisa menipunya sebagai 'kenyang'.
Dengan sinyal yang salah ini, paus menjadi kekurangan gizi. Jika sudah begitu, paus kemudian akan sakit dan tidak bisa berburu.
"Pada titik tertentu perut mereka penuh dengan sampah dan mereka tidak bisa makan makanan asli," kata Asmutis-Silvia.
"Anda tidak mendapatkan nutrisi apa pun dan dasarnya Anda benar-benar menyumbat sistem pencernaan Anda," imbuhnya.
Sebagai informasi, paus pilot biasanya makan cumi-cumi. Kemungkinan, mereka mengira plastik tersebut sebagai hewan seperti gurita, cumi-cumi, atau sotong.
Polusi Plastik
Polusi plastik hingga saat ini merupakan masalah besar bagi lautan dunia. Di perairan Thailand, lebih dari 300 hewan laut telah diketahui mati setelah makan plastik.
Pada April lalu, seekor paus sperma juga ditemukan mati di lepas pantai Spanyol. Paus tersebut terlihat kurus kering.
Nekropsi menunjukkan ada 27 kilogram sampah plastik dalam perut paus tersebut.
Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanSegera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.