Akhir Tragis Pasien Pertama yang Diobati dengan Antibiotik

Kompas.com - 04/06/2018, 21:05 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

KOMPAS.com - Penemuan penisilin oleh Alexander Fleming pada tahun 1928 menjadi babak baru pengembangan antibiotik di dunia.

Sayang, hingga akhir hidupnya Fleming belum bisa mengembangkan antibiotik tersebut dengan maksimal. Tongkat estafet pengembangan itu kemudian diteruskan oleh Howard Florey, Ernst Chain dan Norman Heatley di Oxford.

Setelah berhasil menyembuhkan infeksi pada tikus, mereka merasa sudah bisa melakukan pengujian penisilin pada manusia.

Pasien pertama yang diobati dengan penisilin adalah seorang polisi bernama Constable Albert Alexander.

Baca juga: Kandungan Antibiotik Baru Ditemukan dalam Tanah

Menurut cerita, Alexander tergores duri mawar ketika sedang memangkasnya di perumahan polisi di Wootton Oxfordshire pada awal musim gugur 1940. Siapa sangka, goresan pada wajahnya terinfeksi dan Alexander begitu kesakitan. Dia bahkan sampai kehilangan salah satu matanya.

Pada saat itulah ia mendapat tawaran untuk melakukan tes penisilin.

Tak punya pilihan lain untuk menyembuhkan deritanya, Alexander menerima tawaran tersebut. Alexander kemudian menerima dosis awal 200 mg penisilin, diikuti 300 mg setiap tiga jam selama lima hari.

Pemulihan jangka pendeknya luar biasa. Namun, formulasi penisilin asli yang dikeluarkan dari tubuh begitu cepat sehingga ia memerlukan tambahan penisilin.

Akan tetapi, Florey dan timnya mengalami kendala. Sebab, penisilin belum diproduksi dalam jumlah yang besar.

Mereka pun akhirnya mengumpulkan air seni pasien untuk dimurnikan dan digunakan kembali. Namun sudah terlambat, Alexander tidak bisa pulih dan kemudian meninggal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X