Kompas.com - 04/06/2018, 20:07 WIB
Anak anjing laut harpa DAVID DOUBILET, NATIONAL GEOGRAPHIC CREATIVEAnak anjing laut harpa

KOMPAS.com – Pada hari Jumat (25/6/2018), dokter hewan Andrew Brownlow dari Scottish Marine Animal Stranding Scheme menginvestigasi kematian seekor anak anjing laut harpa berusia delapan bulan yang ditemukan di sekitar pulau Skye, Skotlandia.

Penemuan anjing laut tersebut tidak biasa. Pasalnya, anjing laut harpa hidup di Arktika dan biasanya hanya bermigrasi hingga Laut Putih, Laut Greenland, dan Laut Newfoundland.

Menemukan anak anjing laut harpa di lokasi seselatan Skotlandia sangatlah langka, ujarnya kepada National Geographic, Kamis (31/5/2018).

Dia menduga anjing laut tersebut datang ke Skotlandia karena mengikuti mangsa atau anjing laut lain, atau ia sekadar tersesat.

Baca juga: Pertama di Dunia, Operasi Otak untuk Anjing Laut Pengidap Hidrosefalus

Namun, kejutan bagi Brownlow tidak berhenti sampai di situ. Ketika dilakukan nekropsi, dia dan timnya menemukan potongan plastik kusut berukuran sekitar 12 sentimeter persegi di dalam perut anak anjing laut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

SCOTTISH MARINE ANIMAL STRANDINGS SCHEME Potongan plastik yang ditemukan di dalam perut anak anjing laut harpa

Mereka juga menemukan luka-luka kecil di dalam perut yang menandakan bahwa plastik telah berada di sana untuk kurun waktu yang cukup lama dan mungkin memblokir sfingter pilorik.

Padahal, sfingter pilorik merupakan muara perut menuju ke usus. Hal ini membuat anak anjing laut kesulitan untuk mengosongkan perutnya sehingga ususnya membengkak.

Potongan plastik juga ditemukan telah merusak jaringan perut dan membuat bakteri masuk ke dalam aliran darah.

Baca juga: Kenapa Hewan Liar Tak Bisa Berhenti Makan Plastik? Ini Penjelasannya

Brownlow mengakui bahwa plastik tersebut tidak secara langsung membunuh anak anjing laut. Banyak hewan yang telah memakan plastik masih bisa hidup bila dalam kondisi sehat, walaupun merasa tidak nyaman.

Akan tetapi, anak anjing ini mengalami dehidrasi dan sangat kurus. Ia kemungkinan sudah dalam keadaan sakit dan kelaparan, dan adanya potongan plastik di dalam perut mempercepat kematiannya.

Brownlow juga berkata bahwa sangat tidak lazim untuk menemukan potongan plastik di dalam perut anjing laut. Hewan ini cukup pintar untuk bisa membedakan antara plastik dan mangsa.

Bila seekor anjing laut sampai memakan plastik, maka ini adalah bukti seberapa parah polusi plastik saat ini. Seekor hewan laut yang pintar pun ikut menjadi korban karena ulah kita.

Selain termakan, anjing laut harpa dan singa laut juga sering menjadi korban plastik. Mereka kebanyakan mati terjerat sisa-sisa peralatan memancing, kantong plastik, dan sampah plastik lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X