Inilah Ibu dari Semua Kadal dan Ular, Usianya 240 Juta Tahun

Kompas.com - 31/05/2018, 19:30 WIB
Sekitar 240 juta tahun lalu, Megachirella wachtleri menginjak vegetasi di wilayah yang sekarang disebut Dolomites di Italia utara. Ia adalah ibu dari semua reptil dan ular. Sekitar 240 juta tahun lalu, Megachirella wachtleri menginjak vegetasi di wilayah yang sekarang disebut Dolomites di Italia utara. Ia adalah ibu dari semua reptil dan ular.


KOMPAS.com - Bila dalam serial Games of Thrones ada Mother of Dragons, belum lama ini peneliti mengungkap keberadaannya di dunia nyata.

Fosil kadal purba Megachirella wachtleri yang ditemukan 2003 lalu di pegunungan Alpen, Italia Utara, diteliti kembali oleh para ahli paleontologi dengan pemindaian yang lebih canggih.

Lewat pemindaian itu, terungkap Megachirella berusia 240 juta tahun. Artinya, ia adalah ibu dari 10.000 spesies reptil termasuk kadal dan ular yang melata di bumi atau disebut kelompok squamate.

Baca juga: Bukan Hoaks, Video Viral Tampilkan Ular Boa Melahirkan

Dari bukti tersebut, Megachirella resmi menggeser reptil yang sebelumnya mendapat gelar sebagai reptil tertua berusia 75 juta tahun.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Nature, Rabu (30/5/2018), peneliti mengungkap awalnya mereka mengira Megachirella adalah bagian dari lepidosaur, sejenis reptil primitif.

Setelah diamati, peneliti akhirnya menyadari ada beberapa bagian dari Megachirella yang mirip kadal. Dari sinilah tim mendapat petunjuk berharga dan unik berkaitan dengan squamate.

Para ilmuwan menemukan fosil Megachirella wachtleri di pegunungan Alpen, Italia utara pada 2003.
Para ilmuwan menemukan fosil Megachirella wachtleri di pegunungan Alpen, Italia utara pada 2003.

"Hal ini layak mendapat perhatian lebih, terutama dalam pemindaian CT (computed tomography) yang dapat merinci anatomi dengan lebih baik agar kita dapat memahami pohon evolusi reptil," kata Tiago Simões, penulis utama studi kepada Live Science.

Dengan pemindaian CT, peneliti membuat model komputer 3D fosil reptil dan berhasil menemukan sejumlah bagian yang memang menghubungkan Megachirella dengan squamate.

Ada dua bagian yang unik, yakni bagian dari tempurung otak dan struktur tulang selangka.

"Dua unsur ini menegaskan Megachirella sebagai squamate pertama yang hidup di era Trias," imbuhnya.

Baca juga: Dua Bola Mata dalam Satu Lubang, Ular Ini Mirip Monster

Berdasarkan petunjuk genetika molekuler dan skeletal (sistem yang terdiri dari tulang rangka dan sendi, red), peneliti mengungkap tokek dan beberapa jenis kadal seperti iguana, anoles, dan bunglon adalah keturunan squamate pertama.

Meski telah memecahkan teka-teki mengungkap ibu dari semua reptil, Simões mengatakan masih ada beberapa hal yang perlu dipecahkan untuk memahami evolusi awal squamate.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X