Kompas.com - 29/05/2018, 11:19 WIB
Kondisi bayi Iffah yang dirawat karena infeksi meningitis. Dok Nita YaswatiKondisi bayi Iffah yang dirawat karena infeksi meningitis.

Karena demam Iffah tidak turun juga, ia kembali dibawa ke dokter. Namun, lagi-lagi karena dokter tidak menemukan gejala fisik serius, hanya disarakan untuk melanjutkan obat yang sudah diresepkan.

"Pada malam harinya Iffah susah tidur. Gelisah dan bagian kepalanya hangat, sedangkan tangan dan kakinya dingin. Setiap 4 jam saya kasih obat penurun demam," katanya.

Perasaan Nita mengatakan ada yang tidak beres pada kondisi bayinya, karena saat menyusui cara menyusui Iffah tidak seperti biasanya.

"Hanya seperti mengecap-ngecap, tidak ada reaksi menyedot. Ketika saya lihat kepala Iffah mengarah ke belakang dan bola matanya tidak terlihat," katanya.

Menurut Nita, sebenarnya saat itu Iffah sudah kejang, tapi ia tidak menyadarinya karena tidak ada riwayat kejang sebelumnya pada kedua anaknya.

"Suhu tubuh Iffah ketika demam 37,5-38 derajat. Saat itu saya bawa ke IGD dan ia kembali kejang, padahal suhu tubuhnya normal," tuturnya.

Baca juga: Waspadai Meningitis jika Muncul Gejala Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Iffah akhirnya dirawat inap dengan diagnosis radang tenggorokan dan kejangnya disebut karena demamnya.

Karena Iffah terus mengalami kejang, dokter melakukan pemeriksaan otak EEG dan diketahui ada pelepasan gelombang secara abnormal. Iffah pun didiagnosis terkena epilepsi.

"Setelah itu kondisi Iffah terus menurun. Iffah terus mengantuk dan lemas. Kemudian timbul gerakan tangan, kepala, dan mata, yang terus menerus. Di sini yang curiga ada yang salah dengan otak Iffah karena epilepsi seharusnya tak separah itu," katanya.

Keesokan harinya, pada tanggal 24 Mei, Iffah kejang selama 30 menit tanpa berhenti. Ia pun dimasukkan ke PICU. Untuk menghentikan kejangnya, Iffah diberikan obat kejang dengan dosis lebih tinggi.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.