Kompas.com - 24/05/2018, 03:32 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam sidang ke-37 pada 26 Februari 2018 di Jenewa, Swiss. AFP/JEAN-GUY PYTHONSekjen PBB Antonio Guterres berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam sidang ke-37 pada 26 Februari 2018 di Jenewa, Swiss.

KOMPAS.com - Pernahkah Anda memperhatikan saat Anda atau orang lain berbicara di depan umum? Kadang kala di antara kata, kita sering bergumam 'um', 'uh', 'em', dan lain sebagainya, bukan?

Sebuah penelitian tertarik untuk mengkaji kebiasaan tersebut.

Para peneliti menyadari, biasanya kata 'um', 'a', dan sebagainya terucap tepat sebelum kata benda.

Penelitian ini menemukan bahwa ketika orang-orang berbicara dan kata yang diucapkannya lebih lambat atau di luar jangkauan mereka, biasanya itu adalah kata benda.

Nah, gumaman akan muncul ketika kita memvisualisasikan benda tersebut lebih dahulu. Inilah yang memperlambat ucapan kita.

Menurut para peneliti, ini berbading terbalik dengan kata kerja. Otak membutuhkan lebih sedikit waktu untuk "melihat" kata kerja dalam pikiran sebelum diucapkan.

Tak hanya itu, interaksi kompleks berbagai faktor juga membentuk kecepatan bicara seseorang. Faktor-faktor tersebut termasuk frekuensi dan keakraban kata yang digunakan.

Frank Seifart, penulis utama penelitian ini mengatakan bahwa sebelumnya, para ilmuwan telah mengamati bahwa jeda sebelum kata-kata yang tidak dikenal atau rumit mencerminkan kesulitan komparatif dalam merencanakan kata-kata tersebut.

Baca juga: Nila Grogi Pidato Disaksikan Menkes Era Habibie

Sedangkan untuk penelitian baru, peneliti dari Departemen Studi Sastra dan Linguistik di Universitas Amsterdam tersebut menganalisis ribuan rekaman pidato.

Para peneliti mendengarkan ritme total 288.848 kata dari 9 bahasa berbeda yang digunakan di Eropa, Amerika Utara, Meksiko, Siberia, Himalaya, hutan hujan Amazon, dan gurun Kalahari.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.