Lewat Hibernasi Tupai, Ahli Belajar Awetkan Organ Donor Lebih Lama

Kompas.com - 13/05/2018, 20:31 WIB

KOMPAS.com - Beberapa hewan punya cara jitu menghadapi musim dingin yang tak bersahabat. Mereka melakukan hibernasi.

Sepanjang musim mereka tidur, menurunkan suhu tubuh hingga mendekati titik beku (nol derajat Celsius) dan menurunkan detak jantungnya secara dramatis.

Soal bagaimana hewan-hewan melakukan hibernasi ini sudah lama menarik minat para peneliti. Kini, sebuah penelitian mencoba menguak rahasia di balik proses tersebut untuk membantu kemajuan medis.

Dengan mengetahui bagaimana sel hewan saat berhibernasi dapat beradaptasi dengan suhu dingin, dapat membantu peneliti memperpanjang umur penyimpanan organ donor manusia yang menunggu transplantasi.

Baca juga: Tupai Dihidupkan Kembali dengan Prosedur CPR

Selain itu, temuan ini juga membantu para peneliti meningkatkan terapi hipotermia induksi, di mana suhu tubuh seseorang secara sengaja diturunkan setelah serangan jantung atau cedera otak.

Terapi hipotermia dapat membantu melindungi otak pasien, sayangnya memiliki efek samping kerusakan sel yang disebabkan oleh suhu dingin.

"Dengan memahami adaptasi dingin dalam hibernasi, kita mungkin dapat meningkatkan dan memperluas aplikasi hipotermia dengan induksi di masa depan dan mungkin memperpanjang kelangsungan hidup organ sebelum transplantasi," jelas Wei Li, peneliti senior di National Eye Institute Retinal Neurophysiology Section dalam sebuah pernyataan, dilansir Live Science Jumat (4/5/2018).

Sebagai informasi, saat ini organ donor seperti ginjal hanya dapat disimpan tidak lebih dari 30 jam sebelum jaringan memburuk.

Hibernasi pada Tupai Tanah

Untuk mempelajari proses lebih lanjut mengenai hibernasi, peneliti melakukan studi pada tupai tanah (Ictidomys tridecemlineatus), hewan pengerat yang hidup di Amerika Utara bagian tengah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.