Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Kima, Kerang Raksasa yang Dimasak Dua Presenter Cantik

Kompas.com - 24/04/2018, 11:40 WIB
Resa Eka Ayu Sartika

Penulis

Dalam laporan Kompas.com tahun 2011, hal ini juga sempat diungkapkan oleh Habib Nadjar Buduha, Ketua Konservasi Taman Laut kima Toli-toli saat itu.

"Kima diburu untuk diambil dagingnya dan cangkangnya sebagai hiasan," kata Habib saat ditemui di pusat konservasi kima yang didirikannya secara swadaya di Kabupaten Konawe, Sultra Minggu (8/5/2011).

Baca juga: Kerang Raksasa Karimunjawa Terancam Punah

Paling Langka di Dunia

Padahal, dua di antara jenis kima yang dilindungi merupakan yang paling langka di dunia.

"Dua di antaranya merupakan yang paling langka di dunia, yakni Tridacna gigas dan Tridacna derasa yang sekarang hanya tersisa di perairan Sulawesi hingga Papua," kata Habib.

Tak hanya cangkangnya yang indah, harga daging kima di pasar internasional juga menjadi salah satu alasan hewan ini terus diburu. Pada 2011, harga daging kima mencapai 150 dollar AS per kilogram.

Ini juga menjadi alasan banyak nelayan asing juga memburu kima.

"Populasinya hampir punah, karena hewan laut yang mengandung protein dan nilai ekonomi tinggi ini mudah didapat, sehingga banyak diburu manusia untuk konsumsi lokal dan dijual ke pasaran nasional dan internasional." ujar peneliti hewan laut dari Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung, M.Rizza Muftiadi, Kamis (13/1/2011).

Peranan Penting

Selain populasinya yang terus menurun, kima juga punya peranan penting bagi ekosistem laut dangkal. Salah satunya adalah sebagai filter alami air laut.

Tak hanya itu, seperti yang telah disebutkan, mantelnya jadi tempat hidup beberapa biota laut. Cangkangnya pun juga punya fungsi yang salam untuk biota terumbu karang.

Bukan hanya kima dewasa yang punya peran penting bagi ekosistem. Telur dan anak-anak kima juga penting karena menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan laut.

Baca juga: Kerang Raksasa Langka Terancam Punah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com