Empat Fakta Tentang Apollo 16, Salah Satu Misi Pendaratan Ke Bulan - Kompas.com

Empat Fakta Tentang Apollo 16, Salah Satu Misi Pendaratan Ke Bulan

Kompas.com - 17/04/2018, 20:33 WIB
Panorama lokasi pendaratan misi Apollo 16. Roberto Beltramini Panorama lokasi pendaratan misi Apollo 16.

KOMPAS.com - Tepat 46 tahun lalu, pesawat ruang angkasa Apollo 16 diluncurkan. Pesawat ini merupakan misi keenam dari Badan Antariksa AS ( NASA) ke permukaan bulan.

Peluncuran Apollo 16 ini istimewa karena setelahnya hingga saat ini, para astronot hanya sekali mendarat ke satelit bumi tersebut.

Dilansir dari newsweek, Senin (16/04/2018), dibalik keistimewaannya, Apollo 16 punya beberapa hal yang mungkin tak banyak orang tahu.

Baca juga: John Young, Satu Lagi Astronot yang Pernah Menginjak Bulan Meninggal

1. Misi Berawak

Apollo 16 diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida pada 16 April 1972.

Peluncuran ini menjadi misi berawak kedua dari NASA untuk mencapai bulan. Misi berawak pertama adalah Apollo 11 yang membawa Neil Armstrong dan Buzz Aldrin.

Selama peluncurannya, roket Saturn V membawa modul layanan komando Casper dan modul lunar Orion.

2. Kesempatan kedua

Tak banyak yang tahu, salah seorang di misi ini mendapat kesempatan kedua. Adalah Charlie Duka yang sebenarnya menjadi bagian misi Apollo 13.

Sayangnya, saat peluncuran Apollo 13, Duke terinfeksi rubella atau campak Jerman. Dia tertular penyakit ini dari putranya yang masih balita saat itu.

Akibatnya, ia dikeluarkan dari misi tersebut dan digantikan dengan astronot Jack Swigert.

Beruntungnya, dia mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari misi Apollo 16.

3. Misi Astronot

Ketika modul layanan komando Casper mencapai bulan, awaknya yang bernama Ken Mattingly tetap naik ke orbit di sekeliling bulan. Sementara itu, John Young, komandan misi, dan Charlie Duke selaku pilot modul lunar turun ke permukaan Orion.

Baca juga: Misi ke Bulan Direncanakan Lagi Setelah 45 Tahun Apollo

Young dan Duke dengan bantuan sebuah robot penjelajah bulan, menginjakkan kaki ke permukaan bulan. Mereka menjelajahi dataran tinggi bulan dan mengumpulkan bebatuan dari sana.

Mattingly membantu observasi ini dari atas dengan mengambil foto dan melakukan eksperimen. Dia juga pergi lebih tinggi lagi untuk mengumpulkan video ketika awak yang lain melakukan perjalanan kembali ke bumi.

4. Kembali Lebih Awal

Meski terbilang sukses, tapi misi Apollo 16 harus selesai lebih awal dari jadwal. Hal ini dipicu dari kekhawatiran atas masalah teknis yang muncul di jalur bulan saat berada di orbit sekitarnya.

Hasilnya, para awak kapal ruang angkasa tersebut kembali ke bumi pada 27 April 1972.


Komentar
Close Ads X