Kompas.com - 05/04/2018, 19:37 WIB

KOMPAS.com - Mengapa kita bisa tetap mengerti saat membaca kata-kata "typo", selama salah ketik bukan di huruf pertama dan terakhir? 

Ternyata otak kita tidak hanya bergantung pada apa yang tertulis, tetapi juga bergantung pada apa yang kita harapkan terlihat. Fenomena ini disebut Typoglycaemia.

Sedikit agak rumit, tetapi kutipan di atas artikel ini akan membantu Anda untuk memahami fenomena tersebut. Kutipan itu merupakan pernyataan seorang peneliti dari Universitas Cambridge yang tak disebutkan namanya.

Inti kutipan tersebut adalah kita masih bisa membaca sebuah kata selama huruf pertama dan terakhirnya tepat pada posisinya.

Sebuah penelitian yang tidak terkait secara langsung pernah dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Glasgow pada tahun 2011. Mereka menemukan bahwa ketika mata menangkap sesuatu hal yang tidak jelas, otak akan menebak apa yang seharusnya mereka lihat untuk mengisi kekosongan atau ketidakjelasan tersebut.

"Secara efektif, otak kita membangun teka-teki yang sangat kompleks dengan menggunakan data atau informasi apa pun yang diperoleh," kata Fraser Smith, salah satu anggota tim peneliti.

"Hal ini dipengaruhi juga oleh konteks di mana kita melihat mereka, ingatan kita, dan indera kita yang lain," tambahnya, dikutip dari Sciencalert, Sabtu (31/3/2018).

Baca Juga: Ternyata, Huruf Punya Efek yang Luar Biasa bagi Otak

Sementara itu, Matt Davis, peneliti di bidang Kognisi dan Ilmu Otak dari Universitas Cambridge, meyakini kutipan yang menyebut berasal dari Cambridge itu merupakan penggalan dari sebuah penelitian tentang topik pengacakan kata yang pernah dia pelajari.

Davis akhirnya melacak dan menemukan sebuah penelitian yang dikerjakan oleh Graham Rawlinson untuk meraih gelar PhD pada tahun 1976.

Dalam penelitian tersebut, ada 16 percobaan yang dilakukan dan semuanya membenarkan bahwa seseorang mampu memahami kata-kata yang huruf tengahnya diacak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.