Kompas.com - 05/04/2018, 19:07 WIB
Sekumpulan monyet bersantai di onsen (tempat pemandian air panas). Tribunnews.com/Richard SusiloSekumpulan monyet bersantai di onsen (tempat pemandian air panas).

KOMPAS.com - Masyarakat Jepang punya kebiasaan berendam di kolam mata air panas. Kebiasaan ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh manusia, tapi juga para monyet.

Monyet Jepang (Macaca fuscata) atau juga dikenal sebagai monyet salju juga punya kebiasaan mandi di mata air manusia. Hal ini diketahui oleh para peneliti selama beberapa dekade terakhir.

Monyet Jepang adalah spesies primata non-manusia yang tinggal di belahan bumi paling utara. Mereka harus beradaptasi untuk hidup di udara dingin.

Ini pula yang jadi alasan mengapa bulu mereka tumbuh lebih tebal dan panjang selama musim dingin.

Baca juga: Selain Manusia, Inovasi Primata Muda Juga Dibuktikan oleh Monyet Ini

Pada 1963, seekor monyet Jepang betina yang hidup di Taman Monyet Jigokudani, Nagano kedapatan mandi di sebuat pemandian air panas luar ruangan milik sebuah hotel.

Menurut para peneliti, monyet-monyet lain segera mengikuti perilaku ini. Akhirnya, sekelompok monyet berendam di kolam air panas tersebut.

Melihat hal ini, banyak orang yang enggan mengunakan kembali kolam itu. Pihak pengelolah hotel segera membangun sumber air panas baru untuk para monyet.

Pada 2003, sekitar sepertiga populasi monyet Jepang yang tinggal di taman tersebut mandi secara teratur di kolam air panas itu selama musim dingin. Bahkan, hal ini menjadi tontonan populer bagi para turis.

Meski telah diketahui sejak lama, baru kali ini peneliti mengetahui alasan para monyet itu berendam air panas.

Kebiasaan ini ternyata bukan hanya karena monyet-monyet itu kedinginan. Melainkan, kolam air panas menjadi sarana mereka memanjakan diri untuk menurunkan tingkat stres biologis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.