Kompas.com - 05/04/2018, 07:05 WIB
- science alert-

KOMPAS.com - Arkeolog dibuat terkejut dengan sebuah penemuan yang tak terduga. Sebuah peti mati Mesir kuno yang sebelumnya dikira kosong, ternyata berisi sisa-sisa mumi seorang pendeta Mesir yang hidup 2.500 tahun yang lalu.

University of Sydney di Australia memperoleh sarkofagus tersebut lebih dari 150 tahun yang lalu.

Sarkofagus dibeli di Mesir oleh Sir Charles Nicholson saat dia menjabat sebagai rektor universitas tersebut. Peti mati dan beberapa artefak lain yang dia kumpulkan secara pribadi kemudian ia sumbangkan ke museum universitas, Museum Nicholson, pada tahun 1860.

Setelah sekian lama hanya ditempatkan di museum universitas, pada akhir 2017 lalu, para peneliti akhirnya membuka tutup peti mati.

Baca juga : Bukan Fiksi, Penyakit Mumi Tomb Raider Bisa Terjadi di Dunia Nyata

Saat mereka melihat ke dalam, mereka terkejut melihat sisa-sisa mumi yang compang-camping. Puing-puing di sarkofagus itu terdiri dari sisa-sisa manusia, campuran tulang, perban dan manik, serta potongan resin yang dituangkan di atas tubuh sebagai pengawet.

"Dalam buku Handbook to the Nicholson Museum pada tahun 1948, Dale Trendall seorang profesor arkeologi mencatat jika peti mati itu kosong. Namun memang ada data museum yang menyebut peti berisi campuran puing-puing," kata Jamie Fraser, peneliti serta kurator senior di museum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari penampakannya, peti mati ini memang terlihat biasa saja. Namun, ada ukiran hieroglif yang menjelaskan jika sarkofagus itu dibuat untuk seorang perempuan bangsawan bernama Mer-Neith-it-es, pendeta yang melayani di kuil dewi berkepala singa Sekhmet sekitar 664-535 SM.

Jelas ini adalah tubuh seseorang yang penting. Namun apakah mumi tersebut memang Mer-Neith-it-es, para peneliti masih belum betul-betul yakin.

Pasalnya, pedagang barang antik di masa itu sering menjual peti mati kosong atau kadang mengisinya dengan mumi dari peti mati lain.

Baca juga : Mumi Misterius Mirip Alien Ditemukan di Peru, Ini Kata Ahli

Tim peneliti lalu menggunakan pemindai tomografi untuk mencoba mengungkap mumi tersebut dan menemukan beberapa detail yang menarik.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.