Kompas.com - 21/03/2018, 07:06 WIB
- inverse-

KOMPAS.com - Sebuah adegan di film Tomb Raider yang sedang tayang di bioskop menggambarkan bagaimana Lara Croft berusaha membuka sebuah makam kuno.

Sarkofagus ini diketahui merupakan milik ratu Jepang abad ke-3 yang konon dapat membunuh orang hanya dengan sentuhannya.

Begitu makam dibuka, mayat Himiko hancur menjadi debu dan semua orang yang terkena debunya mengalami pembusukan yang menjalar ke seluruh tubuh.

Walaupun terdengar mustahil, arkeolog sekaligus pemburu makam Scott Warnasch berkata bahwa cerita ini bisa saja terjadi di dunia nyata. Menurut dia, dalam kehidupan nyata apa yang dilakukan Lara bisa jadi sama berbahayanya dengan adegan film tersebut.

Baca juga : Mumi Misterius Mirip Alien Ditemukan di Peru, Ini Kata Ahli

"Patogen dapat menjadi perhatian serius para arkeolog dan antropolog forensik. Keselamatan yang tepat harus dilakukan setiap saat ketika menangani sisa-sisa manusia," kata Warnasch.

"Meski saya tidak mengetahui ada orang lain yang terkena suatu penyakit karena menangani sisa-sisa mayat manusia, tapi tetap saja ada kemungkinan untuk itu," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahun 2011, Warnasch sendiri terlibat menganalisis peti mati besi milik Lady of Queens, tubuh perempuan Afrika-Amerika di Elmhurst, Queens, Amerika Serikat.

Saat memeriksanya, dia dan tim antropolog forensik menyadari bahwa tubuh perempuan itu telah terbungkus dalam peti besi selama lebih dari 160 tahun karena menderita cacar, virus mematikan penyebab kematian massal.

Masalahnya, tidak ada yang tahu berapa lama patogen mematikan ini  bisa bertahan di dalam mumi.

"Dari apa yang saya pelajari dalam pemeriksaan peti tersebut, virus dapat bertahan selama beberapa tahun jika disimpan di lingkungan yang sejuk dan gelap seperti makam atau peti mati tertutup," katanya.

Halaman:


Sumber Inverse
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.