Kompas.com - 04/04/2018, 20:35 WIB
Kepala RSPAD Gatot Subroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto. Bidik layar Kompas TVKepala RSPAD Gatot Subroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto.

Lantas terkait apakah jabatan Terawan sebagai Kepala RSPAD harus dicopot, Daeng mempersilakan pihak rumah sakit yang menentukan karena persoalan ini bukan tanggung jawab IDI.

Surat pemecatan yang bocor ke publik

Pemberitaan mengenai penonaktifan sementara Terawan dari keanggotaan IDI diketahui lewat surat keputusan yang bocor ke masyarakat. Kejadian ini sangat disayangkan baik dari IDI maupun MKEK. Pasalnya, permasalahan ini sebenarnya bukan konsumsi di ranah publik.

“Baru kali ini, sebelumnya surat keputusan belum pernah bocor ke publik. Mungkin saja karena beliaunya orang gede,” kata Ketua MKEK, Prijo Sidipratomo, menduga, ketika dikonfirmasi Kompas.com pada Rabu (4/4/2018).

Baca juga : Terkait Kasus Pelanggaran Dokter Terawan, Ini Tanggapan Kemenkes

Terawan memang dekat dengan beberapa pejabat dan artis berkat kiprahnya dalam dunia terapi penyembuh dan pencegahan stroke. Banyak pimpinan partai politik dan orang penting negara ini yang pernah menjajal sekaligus merasakan manfaat dari terapi cuci otak, yang menjadi bahan disertasi doktroral Terawan. Sebut saja Aburizal Bakrie, Reisa Brotoasmoro, Dahlan Iskan, Mahfud MD, dan sederet nama lainnya.

Sementara itu, Daeng berkata bahwa IDI akan menelusuri dalang di balik bobolnya informasi tersebut. Sosok penyebar akan dipanggil lalu akan dimintai klarifikasi untuk mengungkap motif penyebabnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, Pukovisa berkata bahwa dalam persidangan yang digelar, MKEK telah melibatkan hakim yang berintegritas dan bereputasi baik. Ini dilakukan untuk menghindari kebocoran dan menjaga hasil keputusan MKEK . Sayangnya, Pukovisa enggan membeberkan nama hakim tersebut karena terikat kode etik dokter.

“Latar belakangnya saja, ada satu ahli kesehatan masyarakat, satu ahli paru dan doktor bidang parasitologi, dua profesor bidang jantung dan pembuluh darah, satu profesor bidang farmakologi klinik,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.