Kompas.com - 26/03/2018, 11:33 WIB
Mike Hughes dan roket buatannya untuk buktikan bumi datar. AP via TelegraphMike Hughes dan roket buatannya untuk buktikan bumi datar.

Namun, tampaknya, roket tersebut belum bisa meluncur dengan baik. Apalagi mengingat angin bertiup dan roket tersebut kehilangan tenaga.

Meski dengan kedua keadaan tersebut, Hughes nekad melncurkan roketnya pada pukul 3 sore waktu setempat. Tanpa hitungan mundur, roket miliknya melambung ke langit.

Roket tersebut bahkan mencapai kecepatan 563 kilometer perjam sebelum Hughes menarik parasutnya.

Baca juga: Demi Buktikan Bumi Datar, Pria Ini Akan Tunggangi Roket Buatannya

Roket tersebut mendarat dengan keras hingga memecahkan moncongnya menjadi dua.

"Benda ini ingin membunuh Anda dengan 10 cara berbeda," ujar Hughes.

"Apakah saya senang melakukannya? Saya kira ya. Saya akan merasakannya di pagi hari. Saya tidak akan bisa bengun dari tempat tidur," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Roket milik Hughes hanya meluncur sekitar tiga hingga empat menit. Meski singkat, roket tersebut sempat mencapai 457 meter dari lereng tempatnya lepas landas.

Sebelumnya, Hughes mengaku pernah meluncur hingga ketinggian 410 meter di Arizona pada 2014. Pada saat itu, ia juga jatuh dan harus mengalami pengobatan 3 hari untuk pulih.

Kejadian jatuhnya roket Hughes mendapat banyak tanggapan dari pengguna media sosial.

"Saya berharap dia tidak meledakkan sesuatu," ungkap Jerry Linenger, astronot NASA.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X