Kali Pertama, Indonesia-Singapura Eksplorasi Laut Dalam di Jawa - Kompas.com

Kali Pertama, Indonesia-Singapura Eksplorasi Laut Dalam di Jawa

Kompas.com - 24/03/2018, 11:22 WIB
Peresmian hubungan bilateral ekspedisi kelautan dari LIPI dan Singapura. Peresmian hubungan bilateral ekspedisi kelautan dari LIPI dan Singapura.


KOMPAS.com - Hubungan bilateral Indonesia dengan Singapura sudah berusia 50 tahun tepat September 2017 lalu. Kedua negara kini sedang bekerja sama untuk melakukan ekspedisi kelautan.

Kerja sama yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan National University (NUS) Singapura, akan mengeksploriasi keanekaragaman hayati di laut dalam selatan pulau Jawa.

Ekspedisi bertema Rising South Java Deep Sea Expedition, adalah penelitian pertama yang akan mengeksplorasi dunia bawah laut selatan Jawa pada kedalaman lebih dari 2.000 meter.

Sejumlah petinggi negara seperti Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Plt  Kepala LIPI Bambang SUbiyanto, Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, Dubes Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar,  dan Direktur Asia Tenggara Kemenlu RI Denny Abdi, ikut meresmikan kerja sama ini di LIPI, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Baca juga : Gelembung Ajaib LIPI Bersihkan Sungai Jakarta dari Polusi

"Ekspedisi ini menggunakan kapal Baruna Jaya VIII milik LIPI selama 14 hari ke depan sejak hari ini. Kapal akan menyusuri 29 titik di selatan pulau Jawa, mulai dari selatan selat Sunda sampai selatan Cilacap, Jawa Tengah," ujar Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

30 peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI serta Tropical Marine Science Institute dan Natural History Museum of Lee Kong Chian, National University (NUS) of Singapore terlibat dalam ekspedisi tersebut.

Kegiatan ekspedisi sendiri akan dilakukan dalam dua tahap, yakni kegiatan di atas kapal untuk pengambilan sampel serta kompilasi data, dan studi atas sampel yand di dapat tersebut.

Para ahli memperkirakan keseluruhan penelitian ini akan memakan waktu sampai dua tahun.

Mereka menargetkan hasil penelitian sudah dapat dibagikan dan didiskusikan dalam bentuk lokakarya pada 2020.

Para peneliti berharap akan menemukan berbagai spesies laut yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya. Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan ilmu pengetahuan dan mempelajari berbagai jenis biota laut.

"Diharapkan hasil temuan ini dapat menyumbang manfaat untuk berbagai kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan pencarian ikan di laut dalam, penambangan, dan kegiatan lainnya yang menunjang upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan," kata Swajaya.

Selain itu, kerjasama Ekspedisi ini juga diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan kapasitas peneliti-peneliti muda Indonesia dan Singapura di bidang biota laut.

Baca juga : Kisah Robert Ballard, Ahli Kelautan yang Menemukan Titanic

Untuk pertama kalinya, kerja sama ini  dilaksanakan hanya melibatkan peneliti dari dua negara ASEAN, tanpa melibatkan peneliti dari negara barat.

Kegiatan ini merupakan wujud konkrit dari kegiatan Indonesia dalam kerangka kerjasama IORA dan untuk merealisasikan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.



Close Ads X