Kompas.com - 21/03/2018, 07:06 WIB
- inverse-

"Ada laporan tentang cacar yang disebarkan melalui pakaian, sprei bahkan jika tubuh telah membusuk, virus mungkin ada di kain yang tersisa," paparnya lagi.

Warnasch juga berkata bahwa selain cacar, masih ada patogen lain yang bisa bertahan dalam kondisi tersebut. Jika tubuh diawetkan dengan baik, kolera dan demam tifoid, dua penyakit mematikan lainnya, berpotensi juga mendatangkan malapetaka pada arkeolog yang tidak curiga.

"Bagian paling menakutkan adalah bahwa arkeolog sering tidak tahu apa yang mereka hadapi ketika menghadapi sisa-sisa jasad manusia," ungkap Warnasch.

Baca juga : Tato Tertua di Dunia Ditemukan Pada Mumi Berusia 5.000 Tahun

Letak situs-situs arkeolog seperti di gua, tempat bersejarah, dan tanah pemakaman jarang dikunjungi. Dengan demikian, situs-situs ini merupakan tempat berkembang biak yang ideal bagi beberapa patogen mematikan dan hewan-hewan pendukung keberadaan patogen tersebut.

Sebagai contoh adalah Hantavirus, virus yang menyebabkan penyakit paru-paru langka ini hidup di antara hewan pengerat yang hidup di daerah gelap dan jarang tersentuh. Spora dan jamur juga bisa tumbuh subur di sana. Hal ini bisa jadi bahaya besar ketika mereka tercerai berai selama penggalian.

Membuka makam kuno juga bisa jadi petaka karena ketidaktahuan arkeolog akan bahan-bahan kimia. Arkeolog bisa saja tidak mengetahui bahan kimia yang digunakan untuk merawat tubuh dalam persiapan penguburuan.

"Zat seperti arsenik, yang merupakan bahan utama dalam ramuan pembalseman digunakan selama periode Perang Saudara. Arsenik digunakan agar jasad tidak rusak. Ada kemungkinan juga kalau bahan kimia jahat lainnya digunakan dalam proses pengawetan dan jika tahu, Anda pasti tidak ingin menghirupnya," katanya.

Ada berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Oleh karena itu, Warnasch menyarankan untuk melakukan penanganan khusus ketika berhadapan dengan sisa-sisa manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Inverse
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.