Penyembuhan Kusta, Keluarga Penting untuk Dorong Semangat

Kompas.com - 20/03/2018, 18:13 WIB
Para pejuang kusta berfoto bersama saat kunjungan Duta Kusta WHO di Gowa, Minggu (18/3/2018) Shela KusumaningtyasPara pejuang kusta berfoto bersama saat kunjungan Duta Kusta WHO di Gowa, Minggu (18/3/2018)

GOWA, KOMPAS.c -Keluarga berperan penting untuk kesembuhan penderita kusta. Bila keluarga mendukung pengobatan, penderita kusta tertangani lebih baik.

Pengalaman Bakri (39) asal Sigi, Sulawesi Tengah, bisa menjadi contoh. Dia didorong penuh oleh keluarganya untuk berobat.

Bakri terjangkit kusta setelah menikah. Dia beruntung karena istri sama sekali tidak jijik dan memacunya beronbat ke puskesmas.

“Waktu itu tahun 1992, istri malah tidak takut saat saya kena kusta. Ia justru menyuruh saya mendatangi puskesmas,” ujarnya.

Serupa dengan Bakri, keluarga juga melecutkan semangat Sulfikar, pemuda asal Gowa Sulawesi Selatan.

Ia mengaku bersyukur memiliki keluarga yang sudah memahami bahwa penderita kusta tidak pantas dijauhi. Keluarga, sebutnya menjadi pengingat untuk rutin berobat.

“Besar sekali peran keluarga bikin saya sembuh. Mereka selalu mengontrol saya minum obat,” katanya.

Baca juga : Melongok Interaksi Tanpa Sekat di Kompleks Kusta Kampung Jongaya

Sulfikar yang didiagnosis kusta pada tahun 2013 berhasil terbebas penyakit kusta selang dua tahun kemudian.

Pelaksana Program Kusta Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Ahmadi Arief menuturkan, seseorang yang didiagnosis kusta memerlukan bantuan orang lain untuk pulih.

Keluarga berperan untuk memberikan kebahagiaan yang sempat terenggut setelah divonis kusta.

“Keluarga sangat menentukan stres atau tidaknya pasien kusta. Ini memengaruhi reaksi kusta,” ujarnya.

Reaksi kusta yang dimaksud adalah saat tubuh pasien menunjukkan respon terhadap obat yang dikonsumsi.

Reaksi ini umumnya menimbulkan kulit kering, terkelupas, dan nyeri pada sendi. Reaksi ini cenderung terjadi saat penderita mengalami stres.

Untuk itu, kata Ahamdi, keluarga jangan sampai membuat pasien stres karena dijauhi dan tidak diperhatikan.

Baca juga : Cerita Sohra, Mantan Pasien Kusta yang Lumpuh karena Berobat ke Dukun



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X