Kompas.com - 20/03/2018, 12:05 WIB
Harpun mini yang akan diuji oleh Badan Antariksa Eropa dalam misi RemoveDebris European Space Agency/BBCHarpun mini yang akan diuji oleh Badan Antariksa Eropa dalam misi RemoveDebris

KOMPAS.com – Sampah tidak hanya menjadi masalah di bumi saja. Kini, masalah sampah di luar angkasa semakin besar dengan bertambahnya puing-puing benda buatan manusia, termasuk satelit, yang mengorbit bumi dengan kecepatan delapan kilometer per detik atau 10 kali lebih cepat dari peluru.

Seperti yang dilansir Kompas.com sebelumnya, sampah-sampah antariksa ini merupakan ancaman besar bagi satelit dan pesawat ruang angkasa yang sedang bekerja. Sebab, sampah berukuran satu sentimeter saja memiliki kekuatan energi setara dengan granat tangan, dan beberapa potongan sampah bisa sebesar truk.

Dalam usaha menyelesaikan masalah ini, Airbus kini sedang menguji harpun raksasa yang rencananya akan digunakan untuk menusuk sampah dan menariknya kembali ke atmosfer agar terbakar.

Baca juga : Terlalu Kotor, Perusahaan Ini Bangun Satelit untuk Bersihkan Antariksa

Versi terbaru dari harpun ini dirancang untuk menangkap salah satu sampah antariksa terbesar di luar angkasa, yakni satelit pengamat bumi milik Eropa bernama Envisat. Pada 2012, raksasa berukuran delapan ton ini tiba-tiba mati ketika sedang mengorbit.

“Envisat ini lain dari yang lain. Jika kita bisa merancang harpun yang bisa menangkan Envisat, maka ia akan bisa emnangkap semua jenis wahana antariksa, termasuk tahap atas roket yang masih mengorbit,” kata insinyur projek ini, Alastair Wayman kepada BBC, Kamis (15/3/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pengujiannya di fasilitas Airbus, Inggris, para peneliti meluncurkan banyak harpun ke panel yang berbahan serupa dengan satelit. Biasanya, bahan ini adalah panel berbentuk sarang madu dengan ketebalan tiga sentimeter yang berbahan utama alumunium.

Wayman berkata bahwa harpun menembus panel ini dengan sangat mudah. “Begitu ujungnya sudah masuk, harpun punya duri-duri yang membuka dan menghentikan harpun agar tidak keluar kembali. Kita kemudian menarik satelit dengan tambatan di ujung satunya,” ujarnya.

Baca juga : Banyak Sampah Menumpuk di Bulan, Apa Saja Kira-kira?

Dibanding metode lainnya, seperti jaring atau lengan robot yang kompleks, harpun dinilai lebih mudah digunakan untuk menarget satelit.

“Dengan harpun, Anda hanya perlu menunggu dari jauh hingga target berada di pandangan dan menyalakannya pada waktu yang tepat. Karena ini terjadi dengan sangat cepat, prosesnya tidak terlalu kompleks,” kata Wayman.

Sejauh ini, ide penggunaan harpun untuk membersihkan sampah antariksa diterima dengan hangat oleh Badan Antariksa Eropa yang memiliki Envisat. Mereka berencana untuk meluncurkan versi mini dari harpun ini pada bulan depan dalam misi bernama RemoveDebris.

Satelit dalam uji coba tersebut akan melepaskan sampahnya sendiri di lingkungan mikrogravitasi dan mencoba menangkapnya menggunakan jaring dan harpun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.