Siklon Tropis Marcus Menjauh, BMKG Imbau Tetap Waspadai Cuaca Buruk

Kompas.com - 17/03/2018, 20:33 WIB
Ilustrasi gelombang laut tinggi.KOMPAS.com/ ROSYID ASZHAR Ilustrasi gelombang laut tinggi.

KOMPAS.com - Cuaca buruk masih mengintai wilayah Indonesia selama beberapa hari ke depan. BMKG mengimbau warga untuk mewaspadai hujan deras dan gelombang tinggi di laut.

Hasil pantauan terkini BMKG pada tanggal 17 Maret 2018 pukul 07.00 WIB menunjukkan bibit siklon tropis Marcus terdeteksi berada di Kota Darwin, Australia, atau pada koordinat 12,4 LS dan 130,9 BT, atau sekitar 830 kilometer sebelah Timur Tenggara Kota Kupang.

Kecepatan siklon Marcus adalah 20 kilometer per jam (km/jam) dengan kekuatan 95 km/jam dan tekanan terendah hingga 982 mb menuju arah barat daya atau menjauhi wilayah Indonesia.

Berdasarkan prakiraan BMKG pada tanggal 18 Maret 2018 pukul 07.00 WIB, siklon tropis akan bergerak menuju Teluk Beagle di koordinat 13,9 LS dan 128,3 BT atau 650 kilometer sebelah Tenggara Kota Kupang. Kecepatan siklon tercatat 100 km/jam dengan tekanan terendah hingga 986 mb menjauhi wilayah Indonesia ke arah barat daya.

Baca Juga: Hadapi Hujan Ekstrem, Ini Saran BMKG

Menurut BMKG, siklon tropis Marcus tersebut berdampak pada curah hujan dengan intensitas sedang di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Maluku.

Gelombang tinggi sekitar 2,40-4.0 meter akan berpeluang terjadi di Laut Arafuru bagian Tengah.

Sebelumnya, BMKG sudah mengeluarkan sejumlah imbauan terkait potensi cuaca buruk yang terjadi di wilayah Indonesia, antara lain:

1. Masyarakat diharapkan agar tidak berteduh di bawah pohon besar pada saat menemui hujan yang disertai petir.

2. Masyarakat pengendara diharapkan waspada jika menemui hujan lebat yang turun tiba-tiba yang seringkali disertai dengan penurunan jarak pandang yang signifikan.

3. Pengendara motor diimbau agar menepi jika menemui hujan lebat yang disertai angin kencang. Jas hujan dengan jenis ponco tidak dianjurkan karena dapat memerangkap angin dan menyebabkan motor tidak seimbang.

4.Kapal-kapal pencari ikan maupun transportasi untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Maluku.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X