Kompas.com - 13/03/2018, 17:34 WIB
Ilustrasi ginjal ShutterstockIlustrasi ginjal

KOMPAs.com -- Pemerintah sedang mengupayakan terapi ginjal alternatif untuk menekan biaya.

Tengku Djumala Sari, Kasubdit Rumah Sakit Pendidikan Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menuturkan, biaya yang dikeluarkan BPJS untuk pembiayaan penyakit gagal ginjal selama 2014 hingga Juni 2017 mencapai angka Rp 6,5 triliun. Besaran ini merupakan kedua tertinggi setelah penyakit jantung.

“Apalagi jumlah pasien baru terus melonjak dari tahun ke tahun. Pasien baru yang menjalani dialisis ada 25.466 orang. Sedangkan pasien aktif ada 52.835 orang. Masih ada pasien yang belum mendapatkan akses hemodialisis,” ujar Djumala, dalam diskusi Peringatan Hari Ginjal Sedunia di Jakarta, pada Kamis (8/3/2018).

Djumala mengatakan, kurang meratanya akses hemodialisis disebabkan minimnya mesin cuci darah. Hingga 2016, mesin yang tersedia hanya berjumlah 6.604. Satu mesin hanya bisa melayani enam pasien setiap harinya.

Baca juga : Perempuan Rentan Terserang Penyakit Ginjal Kronis, Kenapa Begitu?

Padahal, terdapat tiga metode terapi untuk pasien gagal ginjal, yakni hemodialisis, transplantasi ginjal, dan Continous Ambulatory Peritonela Dialysis (CAPD).

Dalam kesempatan tersebut, Budi Hidayat, Ketua CHEPS FKM UI menyarankan pemerintah untuk menggenjot penerapan metode peritoneal dialisis.

Menurut dia, terapi cuci darah melalui perut ini dinilai lebih efektif dari segi pembiayaan dan kualitas hidup pasien. Pasien cukup menjalani terapi cuci darah sendiri di rumah tanpa harus pergi ke rumah sakit.

Budi menuturkan, dari data BPJS rentang Januari hingga Desember 2016 terdapat 18.597 pasien CAPD dengan biaya yang digelontorkan sebesar 98,7 miliar.

Baca juga : Penyakit Ginjal Kronis Intai Perempuan Hamil dengan Preeklamsia

Lantas, dia membandingkannya dengan pasien hemodialisis yang mencapai 3,1 juta orang dengan total biaya mencapai Rp 3,1 triliun.

“Masalahnya, cakupan penerapan CAPD masih rendah, kurang dari tiga persen. Kami menarget angkanya naik menjadi 30 persen pada 2019, ujar Djumala.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.