Kompas.com - 10/03/2018, 15:58 WIB
Ilustrasi ibu hamil NataliaDeriabinaIlustrasi ibu hamil

KOMPAS.com - Ibu hamil yang mengalami kondisi preeklamsia (keracunan kehamilan) rentan terkena penyakit ginjal kronis. Selain penyakit ginjal kronis, preeklamsia juga memicu kematian pada janin ataupun sang ibu.

Hal ini diungkapkan Suskhan Djusad, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dalam acara temu media yang digelar Baxter di Jakarta pada Rabu (7/3/2018).

“Ibu hamil dengan preeklamsia berisiko terkena penyakit ginjal kronis. Laju filtrasi pada glomerulus menurun 32 persen dibandingkan kehamilan normal. Endotel pada glomerulus rusak,” ujarnya.

Laju filtrasi pada glomerulus yang berkurang memengaruhi proses penyaringan pada ginjal.  Jumlah kotoran yang berhasil disaring ginjal dari darah semakin sedikit. Akibatnya, ginjal tidak berfungsi secara normal. Apabila itu dibiarkan, maka bisa menimbulkan penyakit ginjal kronis.

Baca juga : Bukannya Menyehatkan, Kebanyakan Minum Air Justru Merusak Ginjal

Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal. Penyakit tersebut terjadi ketika struktur ginjal mengalami kerusakan yang berkembang secara pesat dan telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suskhan menambahkan, wanita dengan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya punya potensi 2-3 kali lipat mengalami gagal ginjal kronis stadium akhir.

Untuk itu, dia menyarankan agar para wanita mengetahui faktor risiko yang menyebabkan preeklamsia atau keracunan kehamilan.

Baca juga : Bayi Lahir Kurus Rentan Idap Gangguan Ginjal Saat Dewasa

“Preeklamsia ketahuan saat kehamilan memasuki usia 20 minggu atau lebih. Tanda gejalanya yakni hipertensi, kaki bengkak, proteinuria atau kebocoran protein. Kalau sudah terlihat cirinya, harus segera ditangani,” ujarnya.

Deteksi dini preeklamsia bisa mengurangi risiko penyakit ginjal kronis. Salah satunya dengan rutin mengontrol tekanan darah supaya tidak tiba-tiba meningkat. Ibu hamil juga perlu mengamati kencing yangd ia keluarkan. Apabila mengeluarkan busa, itu artinya dia mengidap preeklamsia.

Suskhan menyebut, para ibu seringkali tidak mengetahui kalau dirinya memiliki faktor risiko penyakit ginjal kronis seperti preeklamsia. Padahal, preeklamsia yang telanjur berujung ke penyakit ginjal kronis, penanganannya lebih kompleks dan sulit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X