Kompas.com - 09/03/2018, 19:35 WIB
Tabrakan Galaksi Tabrakan Galaksi

KOMPAS.com - Antariksa adalah tempat yang sangat "berantakan". Bagaimana tidak, antariksa penuh dengan ledakan dan benturan antar-bintang dan benda-benda lainnya.

Meski antariksa adalah tempat yang riuh, tapi biasanya kita tidak akan bisa melihat "kembang api" terbesar di jagad raya, yaitu tabrakan antar-galaksi.

Beruntungnya, beberapa waktu lalu, teleskop luar angkasa Hubble milik badan antariksa milik Amerika Serikat (NASA) berhasil mengabadikannya. Ya, teleskop Hubble berhasil memotret pemandangan dari dua galaksi yang berdekatan kemudian bertabrakan untuk bergabung menjadi satu galaksi.

Adegan ini terjadi di sebuah rasi yang disebut Cetus atau Monster Laut yang berjarak sekitar 350 juta tahun cahaya. Penamaan rasi ini dikarenakan, dari gambar yang diperoleh dari teleskop Hubble terlihat mirip seperti monster laut.

Baca juga: Kabar Baik, Galaksi Kita Tidak Akan Ditelan oleh Andromeda

Namun, meski tembakannya dramatis, tabrakannya baru akan dimulai dan mungkin memakan waktu jutaan tahun sebelum kedua galaksi tersebut benar-benar bergabung.

Kedua galaksi ini begitu dekat satu sama lain. Selain itu, masing-masing berisi begitu banyak bintang masif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Galaksi bagian atas juga menampilkan fitur yang disebut dengan ekor pasang surut. Karena hal inilah aliran bintang yang berantakan diciptakan oleh gravitasi satu galaksi yang saling tarik-menarik.

Inilah yang menjadi alasan mengapa kedua galaksi tersebut telah berbagi nama Arp 256, meski belum sepenuhnya bersatu. Para astronom juga mengklasifikasikan sistem seperti ini sebagai "galaksi yang aneh" karena beberapa jenis interaksinya memang menyebabkan sifat (galaksi) aneh, seperti debu tambahan atau berbentuk unik.

Dirangkum dari Newsweek, Kamis (08/03/2018), galaksi aneh ini kemudian menarik perhatian para peneliti untuk mempelajarinya. Mereka bisa mengajari kita (manusia) bagaimana galaksi berevolusi selama miliaran tahun.

Arp 256 sendiri pertama kali dikatalogkan oleh Halton Arp, seorang astronom Amerika pada 1966. Galaksi ini menjadi salah satu di antara 338 galaksi yang dinamai di Atlas of Peculiar Galaxies.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X