Kompas.com - 27/02/2018, 07:27 WIB

KOMPAS.com - Sebuah video yang dibagikan oleh akun instagram @9gag tiba-tiba viral. Itu karena dalam video tersebut terlihat seorang pria menggendong hewan yang mirip dengan komodo.

"(Ku)pikir mereka bilang komodo sangat mematikan," tulis akun @9gag dalam caption/keterangan video tersebut.

Sontak pengguna internet langsung riuh menanggapi video yang sebenarnya diambil oleh pemilik akun @therealtarzann. Bahkan hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah dilihat lebih dari 4 juta kali dan mendapat lebih dari 12.000 komentar.

Lalu benarkah hewan dalam video tersebut adalah komodo?

Baca juga: Indonesia Dapat Panda, China Tertarik Komodo

Sebenarnya, jika diperhatikan secara saksama, pria dalam video tersebut tidak menyebut bahwa hewan yang digendongnya adalah komodo. Dia menyebutnya Salvator black dragon dari Indonesia, salah satu dari tiga reptil paling besar di dunia.

Pria tersebut juga menjelaskan bahwa reptil yang paling besar di dunia adalah komodo, kedua adalah buaya modern, dan ketiga adalah biawak air Asia yang digendongnya.

Meski begitu, keterangan video dari @9gag terlanjur membuat sensasi. Bahkan, sesaat setelah video tersebut menjadi perbincangan publik, akun instagram resmi miliki Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan komentarnya.

"Itu bukan komodo tapi black dragon atau biawak air Asia," komentar akun @Kementerianlhk.

Dalam instastory-nya, akun tersebut juga menyebut bahwa ukuran biawak air asia (Varanus salvator) dan komodo sangat mirip.

"Ciri khas komodo bisa dilihat dari lidah yang berwarna merah muda/pink," tulis akun tersebut sebagai keterangan tambahan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Contoh Sendi Pelana dan Cara Kerjanya

Contoh Sendi Pelana dan Cara Kerjanya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.