Seberapa Sering Spons Cuci Piring Harus Diganti?

Kompas.com - 03/08/2017, 19:07 WIB
Ilustrasi www.yourbestdigs.comIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Apakah Anda salah satu orang yang menggunakan spons cuci piring berulang-ulang hingga hancur? Jika ya, mungkin Anda perlu membaca studi baru yang dipublikasikan dalam Scientific Report.

Dalam studi tersebut, sekelompok peneliti dari Justus–Liebig–University Giessen di Jerman mengumpulkan dan menganalisis 14 spons cuci piring bekas dari rumah-rumah di bagian barat daya Jerman.

Mereka menemukan bahwa spons cuci piring mengandung jumlah bakteri Acinetobacter, Moraxella dan Chryseobacterium yang sangat tinggi, dan mencucinya tidak memberikan efek apa-apa.

Faktanya, penelitian ini menemukan bahwa spons yang selalu dibersihkan tidak lebih baik daripada spons yang tidak pernah dibersihkan.

Hal ini tidak mengherankan para peneliti. Pasalnya, bakteri seperti Chryseobacterium telah terbukti dapat bertahan hidup walaupun sudah disiram klorin. Bakteri ini juga membangun koloni di tempat cuci piring dan keran yang berpotensi menganggu kesehatan manusia.

“Permukaan dapur memang dianggap sebagai kendaraan transmisi infeksi. Baru-baru ini, rekonstruksi metagenom juga mengambil gen patogenik, yakni gen Acinetobacter baumanni dari  permukaan dapur,” tulis para peneliti.

Penemuan ini juga memperkuat penelitian serupa yang dipublikasikan dalam jurnal American Society for Microbiology Journals pada tahun lalu.

Studi tersebut menemukan bahwa spons cuci piring menempati peringkat dua dalam jumlah bakteri koliform di seluruh rumah sehingga bisa dibilang lebih jorok daripada toilet. Spons juga ditemukan mengandung bakteri Escherichia coli dan Salmonella.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk tidak menggunakan spons cuci piring yang sama selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Para peneliti Jerman menganjurkan untuk menggantinya seminggu sekali.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Oh Begitu
Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Oh Begitu
Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Oh Begitu
Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X