Kompas.com - 24/02/2018, 17:35 WIB
Rokok Elektrik-newatlas Rokok Elektrik-newatlasRokok Elektrik-newatlas

KOMPAS.com - Menurut penelitian terbaru, koil rokok elektrik diduga bisa menghasilkan zat beracun dengan kadar yang membahayakan kesehatan penggunanya.

Peneliti di Sekolah Kesehatan Johns Hopkins Bloomberg menemukan tingkat kandungan logam pada uap rokok elektrik sudah melampaui batas aman. Kandungan racun tersebut di antaranya adalah timbal dan kromium yang muncul saat koil rokok elektrik mulai panas.

Selain itu, tingkat emisi kromium, nikel, kadmium pada rokok elektrik ditemukan sama atau bahkan lebih tinggi dari rokok konvensional; sedangkan konsentrasi timbal di beberapa sampel rokok elektrik ditemukan sama dengan rokok biasa.

Baca Juga: Jangan Anggap "Vape" Sebagai Rokok yang Sehat!

"Kondisi ini harus diperhatikan oleh Food and Drug Association (FDA), perusahaan rokok, dan pengguna rokok elektrik, bahwa ada dugaan masalah pada koil yang menghasilkan racun berbahaya saat menghisap asap dari rokok elektrik," kata Ana Maria Rule, peneliti senior, dikutip dari New Atlas, Jumat (23/2/2018). 

Penelitian dilakukan dengan mendeteksi 15 jenis logam yang berbeda dari 56 pengguna rokok elektrik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelima belas jenis logam tersebut memang ada pada cairan rokok elektrik dengan jumlah yang minimum. Namun, ketika terekspos koil panas, volumenya meningkat secara signifikan.

Baca Juga: Selain Rokok, Ini Faktor Risiko Pemicu Kanker Paru

Konsentrasi logam juga ditemukan lebih tinggi pada rokok elektrik yang koilnya sering diganti. Hal ini menunjukkan bahwa logam pada koil baru lebih mengontaminasi daripada koil lama.

Hingga saat ini, memang belum ada kajian tentang efek samping rokok elektrik bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang. Namun, studi-studi belakangan, termasuk yang baru diterbitkan di jurnal Environmental Health Perspectives ini, menunjukkan bahwa rokok elektrik bukan alternatif yang 100 persen aman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber New Atlas
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Cegah Penyakit Khas Musim Hujan, dari DBD hingga Alergi Dingin

Cara Cegah Penyakit Khas Musim Hujan, dari DBD hingga Alergi Dingin

Kita
Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke dalam Tubuh Sampai Merusak Organ

Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke dalam Tubuh Sampai Merusak Organ

Oh Begitu
Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Oh Begitu
4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

Oh Begitu
Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Oh Begitu
Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Oh Begitu
Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Fenomena
Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Oh Begitu
70 Persen Penyintas Covid-19 Alami Gejala Long Covid

70 Persen Penyintas Covid-19 Alami Gejala Long Covid

Oh Begitu
Sisa Fosil Triceratops Terbesar Si Big John Dibeli Kolektor

Sisa Fosil Triceratops Terbesar Si Big John Dibeli Kolektor

Fenomena
Epidemiolog: Delta Plus di Inggris Bisa Gantikan Dominasi Varian Delta

Epidemiolog: Delta Plus di Inggris Bisa Gantikan Dominasi Varian Delta

Oh Begitu
Ahli Sebut Terobosan Baru Akan Membantu Kita Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Ahli Sebut Terobosan Baru Akan Membantu Kita Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.