Kompas.com - 09/02/2018, 21:05 WIB
Perhelatan akbar pesta olahraga musim dingin, Olimpiade 2018 akan dilangsungkan di Pyeongchang, Korea Selatan, pekan depan. AFP PHOTOPerhelatan akbar pesta olahraga musim dingin, Olimpiade 2018 akan dilangsungkan di Pyeongchang, Korea Selatan, pekan depan.

Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan kebiasaan merokok dan minum alkohol bersamaan dengan seks juga dapat menyebabkan efek negatif pada performa atlet.

Meski begitu, penelitian lain yang dipublikasikan dalam Journal of Sports Medicine and Physical Fitness pada 2000 membuat kesimpulan yang sedikit berbeda.

Baca juga: Mengapa Atlet Dilarang Bercinta Sebelum Bertanding?

"Kemampuan pemulihan seoranga tlet dapat terpengaruh jika dia melakukan hubungan seksual sekitar 2 jam sebelum bertanding," tulis penelitian tersebut dikutip dari CNN, 8 Agustus 2016.

Simpulan tersebut mereka dapatkan setelah melakukan penelitian terhadap 15 atlet berusia 20 hingga 40 tahun.

Percobaan pertama, para atlet diminta untuk "puasa" seks sebelum berolahraga. Para atlet diminta menyelesaikan tes stres dengan olahraga sepeda pada pagi hari dan tes mental di sore hari.

Pada percobaan kedua, para atlet diminta melakukan hubungan seksual semalam sebelum olahraga. Kemudian kedua tes di atas dilakukan kembali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kedua percobaan tersebut, mereka sama-sama diambil darahnya untuk mengukur kadar testosteron. Para peneliti tidak menemukan bahwa aktivitas seksual memiliki efek signifikan terhadap performa atlet selama olahraga.

Namun, para peneliti mengamati bahwa saat olahraga pagi setelah malamnya berhubungan seksual, detak jantung para atlet lebih tinggi. Inilah yang membuat mereka menyimpulkan bahwa hubungan seksual 2 jam sebelum bertanding akan mempengaruhi performa atlet.

Jadi, apakah hubungan seksual adalah ide bagus untuk para atlet yang akan bertanding?

Baca jug : Apakah Terapi Oksigen Membuat Atlet Makin Perkasa?

Menurut laporan CNN pada 2012, Maria Cristina Rodríguez Gutierrez, direktur kedokteran olahraga di National Autonomous University of Mexico mengatakan bahwa seks bukan ide yang buruk.

"Setiap atlet, baik profesional atau amatir, dapat melakukan hubungan seks selama dia tidur lebih awal, tidak dehidrasi, menghindari alkohol dan minuman yang mengubah mood karena semua ini berdampak negatif pada tubuh mereka," ungkapnya.

"Aktivitas seksual tidak boleh dilarang bagi atlet, karena tidak ada bukti ilmiah untuk itu. Hal yang sama berlaku untuk pria dan wanita," sambungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber CNN,US News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.