Kompas.com - 04/02/2018, 16:31 WIB
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin tersengat ikan pari saat berada di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, Sabtu (3/2/2018).

Usai kejadian, Lukman Hakim Saifudin langsung dibawa ke puskesmas Derawan dan dirujuk ke RSUD Berau.

Seperti sudah diberitakan Kompas.com, Menag Lukman pun telah mengonfirmasi bahwa dirinya sudah dalam keadaan baik dan saat ini sedang menuju Jakarta.

"Setelah sekitar 2 jam di Sangalaki, kami bersiap menuju Pulau Kakaban. Ketika hendak naik boat, dan permukaan air laut masih sebatas betis, tiba-tiba ikan pari menyengat bawah mata kaki di atas tumit kaki kanan saya," ucap Menag Lukman menceritakan kronologi dirinya tersengat ikan pari.

Baca juga : Kondisi Menteri Lukman Membaik Setelah Disengat Ikan Pari

Sengatan ikan pari tak hanya dialami oleh Menag Lukman. Kasus serupa juga kerap dialami oleh penyelam. Bahkan, seorang pemburu buaya yang terkenal di dunia, Steve Irwin, meninggal dunia pada 4 September 2016 karena tersengat ikan pari.

Lalu, apa alasan ikan pari menyengat? Padahal, beberapa ahli menyebut ikan pari tergolong hewan jinak. Rupanya sengatan yang dilakukan ikan pari adalah bentuk membela diri.

Dalam artikel yang diterbitkan How Stuff Works, ikan pari akan menyengat jika manusia secara tidak sengaja menginjak ikan pari. Secara otomatis, ikan pari akan menyerang dengan ekornya yang berbahaya. Umumnya yang diserang adalah pergelangan atau telapak kaki.

Sengatan ini dilakukan oleh semua ikan pari saat membela diri. Ikan bertulang rawan ini memiliki sengat berduri yang berada di tengah-tengah ekor atau dekat pangkal ekor. Geriginya ini menghadap ke arah tubuh ikan.

Di dalamnya terdapat kelenjar racun di dasar tulang belakang dan selaput yang menutupi seluruh mekanisme penyengatan.

Saat dia terinjak, ikan pari akan mengangkat ekor panjangnya dan langsung menyengat apapun yang ada di depannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.