Hidung Dingin, Sinyal Tubuh ketika Otak Bekerja Terlalu Keras

Kompas.com - 22/01/2018, 21:07 WIB
Warga menutupi hidung untuk melindungi diri dari kualitas udara yang buruk akibat badai pasir di Beijing, China, Kamis (4/5/2017). Badai pasir menerjang sebagian besar wilayah China Utara termasuk Beijing yang menyebabkan angin dipenuhi debu dan menghalangi daya pandang. AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURIWarga menutupi hidung untuk melindungi diri dari kualitas udara yang buruk akibat badai pasir di Beijing, China, Kamis (4/5/2017). Badai pasir menerjang sebagian besar wilayah China Utara termasuk Beijing yang menyebabkan angin dipenuhi debu dan menghalangi daya pandang.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa


KOMPAS.com - Seperti yang kita tahu, perubahan cuaca sangat mungkin untuk merubah temperatur dalam tubuh. Misalnya saja saat kita sedang kedinginan, maka secara otomatis tangan, kaki, dan hidung akan ikut terasa dingin.

Namun ternyata, perubahan itu tak melulu disebabkan oleh cuaca.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan Inggris menemukan bahwa perubahan suhu dalam tubuh juga berhubungan dengan bagaimana otak bekerja.

Penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal Human Factors ini mengungkapkan bahwa saat seseorang merasa terbebani akan sebuah tugas atau otaknya sudah lelah bekerja, maka suhu tubuhnya  akan menurun kira-kira satu derajat celsius. Salah satunya ditandai dengan hidung yang terasa dingin.

Baca juga : Fenomena Langka, Ada Gigi Tumbuh di Dalam Hidung Wanita Ini

Untuk sampai ke hasil temuan ini, para peneliti menggunakan kamera pencitraan termal yang mengamati 14 wajah relawan saat mereka mengerjakan tugas yang memacu otak bekerja.

Dari kamera tersebut terlihat saat otak berpikir keras, maka suhu dalam tubuhnya menurun. Hal ini ditandai dengan hidung yang berubah menjadi dingin.

Dilansir Telegraph, Minggu (21/1/2018), para ilmuwan menjelaskan bahwa keadaan ini muncul karena saat otak bekerja terlalu banyak, maka otak akan memerintahkan darah untuk beralih membantu neuron atau sel saraf. Perubahan yang paling mencolok terlihat pada hidung, sebab dibutuhkan lebih banyak energi untuk memompa darah ke area tersebut.

Para ahli juga menemukan bahwa saat seseorang benar-benar fokus dalam pekerjaannya, tingkat pernapasan akan diubah ke sistem saraf yang mengalihkan aliran darah ke otak.

"Kami sudah memperkirakan bahwa tuntutan tugas akan memengaruhi perubahan fisiologis, tapi ternyata korelasi langsung antara beban kerja dan suhu pada kulit sangat menakjubkan," kata Dr Alastair Ritchie dari Kelompok Riset Bioengineering di University of Nottingham.

"Sebelumnya kami tidak berpikir bahwa hal ini ternyata dapat membuat wajah menjadi lebih dingin. Dengan cara akurat untuk memperkirakan beban kerja, kita dapat mengembangkan metode yang membantu orang saat mereka sedang mengalami stres maksimal".

Halaman:


Sumber Telegraph
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X