Kolaborasi AI dan Manusia Temukan Senjata Baru Melawan Malaria

Kompas.com - 22/01/2018, 09:09 WIB
Robot pintar Eve berkolaborasi dengan para peneliti Ross King/SWNS.COMRobot pintar Eve berkolaborasi dengan para peneliti
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com -  Ternyata, triklosan yang ada dalam pasta gigi bisa digunakan sebagai obat untuk penyakit malaria. Hal itu ditemukan oleh para peneliti di Cambridge University, Inggris, bersama robot pintar bernama Eve.

Temuan ini berawal dari kekhawatiran para peneliti terhadap pertumbuhan resistensi parasit malaria. Setiap tahunnya, setengah juta orang di seluruh dunia tewas akibat penyakit tersebut.

" Malaria yang resisten terhadap obat menjadi ancaman yang semakin signifikan di Afrika dan Asia Tenggara. Obat-obatan yang efektif untuk pengobatan perlahan semakin sedikit," kata salah satu peneliti, Profesor Steve Oliver, dilansir dari The London Economic, Kamis (18/1/2018).

Kondisi tersebut membuat para peneliti harus segera mencari formula obat baru sebab kebutuhannya semakin mendesak. Untungnya, mereka dibantu oleh robot pintar Eve yang dikembangkan oleh tim ilmuwan di Universitas Manchester, Aberystwyth, dan Cambridge University.

Baca Juga: Rahasia Mematikan Malaria Terungkap, Bisa Jadi Jalan untuk Vaksin Baru 

Eve melakukan pengamatan dengan metode High-throughput screening atau metode eksperimen ilmiah bidang biologi atau kimia yang menggunakan perangkat lunak robotika untuk melakukan pemrosesan data, dalam waktu cepat dan tepat.

Ia secara otomatis akan mengembangkan dan menguji hipotesis lalu menjelaskan pengamatan dan menjalankan eksperimen. Setelah itu menafsirkan hasil untuk mengubah hipotesis, dan kemudian mengulang siklus tersebut dengan hipotesis lainnya.

Dalam pengamatannya, Eve menemukan bahwa triklosan, bahan yang ada di dalam pasta gigi, sabun, deterjen, dan pembersih alat bedah, dapat menjadi jawabannya.

Triklosan dapat mencegah pembentukan bakteri pada plak gigi dengan menghambat aksi enzim yang dikenal sebagai enoyl reductase (ENR). Enzim ini terlibat dalam produksi asam lemak.

Berdasarkan kemampuan tersebut, para peneliti pun berasumsi bahwa hal yang sama juga akan dilakukan triklosan untuk menghambat pertumbuhan parasit malaria pada tahap darah karena menarget ENR dalam hati.

Baca Juga: Lama Jadi Sahabat Manusia, Kini Anjing Disiapkan untuk Mengendus Malaria

Namun, uji coba selanjutnya menunjukkan bahwa kemampuan triklosan untuk menarget ENR tidak berpengaruh pada pertumbuhan parasit dalam darah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X