Lama Jadi Sahabat Manusia, Kini Anjing Disiapkan untuk Mengendus Malaria

Kompas.com - 05/06/2016, 13:13 WIB
Telegraph Anak anjing.

KOMPAS.com - Ilmuwan tengah menyiapkan anjing sebagai bagian dari program deteksi dini malaria. Kasus malaria memang masih banyak ditemui di beberapa belahan dunia. Pada tahun 2015 saja diperkirakan ada 214 juta kasus malaria di seluruh dunia, sekitar 438.000 mati.

Ilmuwan meyakini bahwa anjing mampu mencium orang yang tengah terjangkit malaria melalui indera penciuman mereka yang tajam. Pemanfaatan anjing akan memberi keuntungan, malaria bisa dideteksi lebih cepat dan tanpa melalui tes yang beragam dan menyelamatkan ribuan kehidupan.

Anjing bisa mendeteksi bau yang baunya hampir tidak tercium atau teridentifikasi oleh indera penciuman manusia. riset sebelumnya menunjukkan, anjing yang memiliki kemampuan akurasi yang tinggi dalam mendeteksi kanker pada manusia. Pada bulan Agustus tahun lalu, penggunaaan anjing untuk mengendus kanker telah disetujui.

Dr Claire Guest, CEO of Medical Detection Dogs, seorang ahli pelatih hewan untuk tujuan medis mengatakan, "Anjing telah membuktikan dapat mendeteksi kanker hingga akurasi 93 persen. Saya percaya bahwa mereka juga bisa belajar mendeteksi bau malaria."

Steve Lindsay, ahli dalam pengembangan kontrol malaria di School of Biological and Biomedical Sciences di Durham University sekaligus ketua investigasi dalam proyek ini mengatakan, "Pasien yang terinfeksi parasit malaria mengeluarkan bau mulut yang spesifik."

Bau itu yang diharapkan bisa diendus oleh anjing. Anjing bisa ditempatkan di pintu masuk sebagai penyaring orang-orang yang akan memasuki area bebas malaria.

"Menggunakan anjing untuk mendekteksi parasit mempunya keuntungan, portabel, tidak membutuhkan laboratorium, dan bisa langsung dilakukan di lapangan. Jadi, kita akan dengan mudah menemukan dan merawat orang yang terkena malaria dan dengan demikian penyakit ini akan segera hilang," katanya seperti dikutip The Independent, 26 Mei 2016.

The Bill and Melinda Gates Foundation telah memberikan dana bantuan kepada komisi riset Universitas Durham, Medical Detection Dogs dan the London School of Hygiene and Tropical Medicine sebagai bagian pengembangan program ini


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorYunanto Wiji Utomo
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X