Ini Alasan Kenapa Suku Berburu-Meramu Punya Penciuman Lebih Baik

Kompas.com - 19/01/2018, 18:09 WIB
Suku Jahai di Malaysia Suku Jahai di Malaysia
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Bagaimana Anda menggambarkan bau makanan di meja makan Anda saat ini? Mungkin Anda harus berpikir keras untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk bau tersebut.

Manusia memang sejak lama dianggap buruk dalam menggambarkan bau. Tapi sebuah penelitian menunjukkan hal itu tak berlaku untuk semua orang.

"Pernah ada konsensus lama yang menyebut bahwa 'bau adalah perasaan bisu yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata', dan selama beberapa dekade penelitian dengan relawan berbahasa Inggris tampaknya mengkonfirmasi hal ini," ungkap Asifa Majid dari Radboud University, Belanda dikutip dari Eurekalert, Kamis (18/01/2018).

Baca juga: Kisah Joy Milne, Perempuan yang Bisa Mencium Bau Penyakit Parkinson

Para peneliti menemukan bahwa suku pemburu-peramu yang tinggal di hutan hujan tropis dapat dengan mudah menggambarkan bau yang berbeda. Mereka menemukan bahwa orang-orang Jahai, kelompok pemburu-peramu tersebut, dapat menggambarkan bau dengan baik selaras dengan gaya hidup mereka yang masih berburu dan meramu.

"Namun, suku Jahai di Semenanjung Malaya jauh lebih baik dalam menamai bau daripada kita. Tentu saja ini menimbulkan pertanyaan tentang dari mana perbedaan ini berasal," sambung Majid.

Untuk mendapat temuan tersebut, Majid dan koleganya mempelajari dua kelompok suku terkait yang belum pernah dipelajari. Kedua kelompok tersebut adalah pemburu-peramu Semaq Beri dan suku yang tak berburu dan meramu, yaitu Semelai.

Suku Semelai secara tradisional hidup dengan bercocok tanam. Mereka juga menggabungkan budidaya berpindah lahan dengan mengumpulkan hasil hutan untuk dijual.

Kedua suku ini tak hanya tinggal di lingkungan yang sama, tapi mereka juga menggunakan bahasa yang terkait erat.

"Jika kemudahan memberi nama bau berkaitan dengan praktek budaya, maka kita mengharapkan Semaq Beri untuk berperilaku seperti Jahai, sedangkan Semelai harus berbeda," tulis peneliti.

Seperti hipotesis para peneliti, itu pulalah yang mereka temukan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X