Kompas.com - 12/01/2018, 16:05 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Evolusi pada makhluk hidup terus berlangsung. Salah satu buktinya adalah fosil kelelawar yang ditemukan di Selandia Baru.

Fosil ini ditemukan di sedimen purba dekat kota St Bathans, Selandia Baru, 15 tahun lalu. Namun, hasil penelitiannya baru diterbitkan di jurnal Scientific Reports, Rabu (10/1/2018).

Dalam penelitiannya, diperkirakan kelelawar ini hidup pada 16 sampai 19 juta tahun lalu.

Berbeda dari kelelawar saat ini, nenek moyang kelelawar berukuran raksasa. Dengan berat sekitar 40 gram, kelelawar ini mempunyai gigi dan tulang yang ukurannya tiga kali ukuran rata-rata kelelawar modern. Peneliti percaya dia bisa terbang dan merangkak untuk mencari makanan.

Baca juga : Temuan Baru Jelaskan Alasan Sauna Baik untuk Jantung

Oleh tim peneliti internasional, dia diberi nama Vulcanops jennyworthyae. Nama itu diambil dari Jenny Worthy, anggota tim yang menemukan fosil, sementara Vulcan merupakan nama dewa api dari mitologi Romawi dan nama sebuah hotel bersejarah di St. Bathans dekat ditemukannya fosil tersebut.

Melihat ukuran kelelawar V jennyworthyae yang jauh lebih besar, peneliti menduga di masa lalu mereka memiliki pola makan yang berbeda dengan kelelawar saat ini.

"Gigi dan ukurannya yang besar menunjukkan bahwa makanannya berbeda. Dia mampu makan makanan nabati lebih banyak dan juga vertebrata kecil. Kami tidak melihat pola itu pada kelelawar Australia yang hidup saat ini," ujar penulis studi Profesor Sue Hand dari University of New South Wales, Kamis (11/1/2018).

Sebagai tambahan, V jennyworthyae adalah genus kelelawar pertama yang ditambahkan dalam daftar fauna Selandia Baru setelah lebih dari 150 tahun.

Baca juga : Ratusan Kelelawar Australia Mati Terpanggang Gelombang Panas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Contoh Sendi Pelana dan Cara Kerjanya

Contoh Sendi Pelana dan Cara Kerjanya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.