Iriana Widodo Dipakai Jadi Nama Burung, Seperti Apa Rupanya?

Kompas.com - 09/01/2018, 21:33 WIB
Myzomela irianawidodoae Agus Priyono/LIPIMyzomela irianawidodoae
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com –- Nama ibu negara, Iriana Joko Widodo, telah resmi menjadi nama spesies burung baru, yakni Myzomela irianawidodoae.

Burung yang ditemukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, itu disahkan berdasarkan surat Nomor B 1199/M.Sesneg/D-2/HL.01.00/12/2017 tertanggal 17 Desember 2017.

Dwie Irmawaty Gultom dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, penggunaan nama ibu negara untuk nama ilmiah spesies baru kali pertama dilakukan di Indonesia.

“Hal ini dimaksudkan sebagai ungkapan atau bentuk penghargaan kepada Ibu Negara yang sangat memperhatikan kehidupan burung, dedikasinya bisa dijadikan teladan dan menjadi contoh dalam menyelamatkan lingkungan di Indonesia,” kata Dwie melalui keterangan tertulis, Selasa (9/1/2018).

Baca juga : Nama Spesies Cecak Baru Terinspirasi Dari Ahok

M irianawidodoae merupakan burung endemik. Termasuk dalam keluarga Meliphagidae, M irianawidodoae dilindungi berdasarkan Undang-Undang 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Spesies baru ini bertubuh kecil. Panjang tubuhnya mencapai 11,8 centimeter dengan berat 32,23 gram. Paruh hitamnya sepanjang 1,79 centimeter dengan mata coklat gelap di belakang paruh.

Kemampuan terbangnya ditunjang dengan bentangan sayap 17,2 centimeter dan panjang sayap 5,8 centimeter. Kemudian, tinggi kaki M irianawidodoae mencapai 1,67 centimeter dengan bantalan kuku berwana kuning.

M irianawidodoae tak punya banyak warna. Bagian kepala hingga dada atas dan tengkuknya berwarna merah darah. Sementara itu, kekang, garis antar paruh dan mata, berwarna hitam. Di bagian pertengahan dada, terdapat pita hitam yang berubah menjadi abu-abu.

Baca juga : Babi Terjelek di Dunia Ditemukan di Indonesia, Seperti Apa?

Lalu, bagian bawah perut, paha, dan sekitar tungkir burung ini dihiasi dengan warna zaitun. Punggung dan ekor kembali diwarnai hitam, dengan warna merah berada di pertengahan punggung. Sayapnya sendiri berwana hitam bercampur abu-abu gelap.

Meskipun M irianawidodoae hidup dengan memakan nektar, burung yang hidup di zona Wallacea ini juga menyukai beberapa serangga kecil, seperti laba-laba.

Habitatnya berada di hutan, semak-semak, kebun dan pohon yang berbunga. Terkadang M irianawidodoae bisa dijumpai memakan nektar pada bunga pohon jati di sekitar perkampungan.

Saat terbang, kicauan merdunya akan membuat Anda mengenali M irianawidodoae dengan cepat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X