Kompas.com - 23/12/2017, 19:05 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Apakah ideologi seseorang dapat diwariskan secara genetis, dan apakah orang kidal selalu berpandangan ateis?

Sebuah penelitian yang terbit di jurnal Evolutionary Psychological Science menyebutkan bahwa orang-orang religius cenderung tidak kidal dan tidak memiliki potensi autis dan skizofrenia.

Menurut para peneliti, hal ini karena orang religius lebih sedikit mengalami mutasi atau warisan genetik bagi generasi penerusnya.

Akademisi dari Inggris dan mengajar di Oulu University, Finlandia, Edward Dutton, menjelaskan bahwa ideologi seseorang di masa pra-Industri merupakan warisan turun-temurun dalam keluarga layaknya ciri-ciri genetik.

Sebab, hal tersebut berkaitan dengan kematangan diri, kesehatan mental, dan perilaku sosial.

Baca Juga: Seperti Manusia, Lebah Juga Bisa Kidal

Namun kini dengan kemajuan teknologi, usia manusia menjadi semakin panjang dan reproduksi menjadi semakin aman sehingga orang yang ateis menjadi lebih mudah menghasilkan orang ateis.

Dikutip dari Telegraph pada hari Kamis (21/122017), fenomena ini juga dihubungkan dengan peningkatan kepercayaan terhadap hal-hal supranatural. Di Inggris saja, kelompok ini mengalami lonjakan 40 persen antara tahun 2005 menjadi 52 persen dari seluruh populasi pada 2015.

Peneliti menjelaskan dalam jurnal mereka bahwa orang-orang religius di masa modern saat ini cenderung berasal dari warisan nenek moyang mereka yang hidup sangat religius di masa Pra-Industri.

Baca Juga: Antara Ateis dan Religius, Siapa Sebenarnya yang Lebih Bermoral?

"Orang-orang religius di masyarakat Barat - yang hidup sebelum masa Revolusi Industri - adalah masyarakat terpilih karena mampu bertahan dalam kondisi masa zaman Pra-Industri," tulis para peneliti.

Mereka melanjutkan, sebaliknya, orang yang kurang percaya kepada Tuhan atau ateis dan mereka yang percaya paranormal tidak akan pernah mencapai usia dewasa atau lahir pada masa tersebut. Hal ini karena ideologi merupakan ekspresi dari seleksi alam yang meningkatkan beban mutasi.

Para peneliti juga meneliti orang-orang yang kidal, dan penderita autisme atau skizofrenia untuk mengetahui tingkat kepercayaan mereka kepada Tuhan.

Hasilnya, memang ada kaitannya, meskipun kurang kuat, antara kidal dan tidak religius. Hubungan kuat justru dideteksi pada autisme dan non-religius.

Hasil tersebut didukung oleh berbagai penelitan sebelumnya yang telah menyimpulkan bahwa sekitar 40 persen religiusitas seseorang ditentukan secara genetis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.