Kompas.com - 23/12/2017, 18:11 WIB
Kalau berhasil menaiki 365 anak tangga di Kuil Ikaho, Prefektur Gunma, Jepang, konon keberuntungan dari segi keuangan kita akan naik.
KARAKSA MEDIAKalau berhasil menaiki 365 anak tangga di Kuil Ikaho, Prefektur Gunma, Jepang, konon keberuntungan dari segi keuangan kita akan naik.
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com -- Sampai sekarang, orang masih memercayai hal-hal yang berbau mistis atau takhayul.

Bahkan, Anda sendiri mungkin mempercayai bahwa kejatuhan kotoran cicak, kedatangan kupu-kupu di dalam rumah, ada ular di depan rumah, bermimpi bertemu leluhur, dan sebagainya merupakan pertanda bahwa sesuatu hal penting akan terjadi dalam hidup.

Rupanya, memercayai mitos dan takhayul tidak hanya ekslusif di antaran orang Indonesia saja. Menurut survei terbaru, tiga perempat orang Amerika juga masih banyak yang percaya pada paranormal. Bahkan, satu dari lima orang Amerika mengaku pernah melihat hantu.

Hal ini mendorong para psikolog untuk menguraikan alasan di balik kejadian paranormal. Seperti dilansir dari BBC, para psikolog berkata bahwa beberapa manusia memang tidak dapat melepaskan diri dari takhayul dan cerita rakyat lama.

Saat manusia memercayai hal semacam itu, timbul perasaan yang menguntungkan dan seseorang memiliki cukup alasan untuk memahami suatu kejadian. Pasalnya, otak manusia memang selalu berusaha mencari jawaban dan makna di balik peristiwa.

Baca Juga: Ketindihan Saat Tidur Bukan Kejadian Supranatural, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepercayaan pada paranormal ini diyakini menjadi semacam perisai untuk mencari jawaban, misalnya saja saat terjadi kematian, kehilangan pekerjaan, bencana alam, dan sebagainya.

"Ini adalah keadaan yang tidak menyenangkan. Saat kita tidak dapat mengendalikan siituasi, kita akan mengaitkannya dengan hal-hal di sekitar kita," kata Jennifer Whitson seorang psikolog dari University of Texas yang menekuni persepsi pola, serta penilaian dan pengambilan keputusan.

Beberapa pengalaman paranormal mistis sudah dijelaskan berdasarkan penelitian aktivitas aneh di otak. Semisal terkait fenomena kerasukan setan atau benda yang bergerak sendiri, ada respons yang ditunjukkan aktivitas otak sebelah kanan yang mengatur pengolahan visual.

Namun demikian, menurut Adam Waytz di Northwestern University di Illinois, ada cara lain untuk memahami tentang takhayul atau paranormal, yaitu dengan anthropomorphism.

Anthropomorphism adalah pandangan terhadap makhluk bukan manusia yang memiliki kemampuan seperti manusia. Misalnya, adanya roh saat badai yang bisa menyebabkan sakit, atau saat dahan pohon menyentuh daun jendela, kita berpikir ada hantu yang ingin mengirimkan pesan.

Baca Juga: Indera Keenam Bukan Mitos, Sebab Nyatanya Manusia Punya Tujuh Indera

"Manusia menciptakan kepercayaan pada hantu karena manusia tidak percaya bahwa alam semesta itu tanpa tujuan," kata Waytz. Menurut dia, ini bentuk umum dari kita saat merasa tidak bisa mengendalikan kehidupan.

Terkait hal aneh tersebut, Tapani Riekki, psikolog dari Universitas Helsinki di Finlandia, mencoba untuk menjelaskanya berdasarkan penelitian selama beberapa tahun terakhir.

Riekki meneliti dua kelompok orang terkait pandangannya terhadap paranormal, yakni orang yang skeptis dan orang yang percaya paranormal. Kedua kelompok diminta untuk melihat animasi bentuk gerakan sederhana.

Ternyata, orang yang percaya paranormal lebih cenderung melihat semacam niat di balik gerakan, dan ini tercermin dalam aktivitas otak yang lebih besar yang berkaitan dengan teori pemikiran dan memahami motif orang lain.

Orang yang percaya takhayul juga cenderung melihat wajah-wajah tersembunyi dalam foto sehari-hari. Temuan ini dikonfirmasi oleh tim lain di Universitas Amsterdam yang menemukan bahwa orang yang percaya paranormal cenderung melihat ada sosok yang berjalan di dalam cahaya.

Baca Juga: 7 Mitos tentang Tubuh Manusia yang Tidak Boleh Anda Percaya Lagi

Selain itu, orang yang memercayai paranormal memiliki penghambat kognitif yang lebih lemah dibandingkan dengan orang yang skeptis. Kemampuan ini membantu orang-orang skeptis untuk menyingkirkan pikiran yang tidak diinginkan.

Sementara itu, makalah lain juga melaporkan bahwa orang yang percaya takhayul cenderung punya kepercayaan diri yang lebih besar dalam membuat keputusan. Hal ini membuat mereka tidak mudah melepaskan apa yang telah dipercaya.

Meski demikian, rupanya memercayai paranormal tidak selalu negatif.

Percobaan lain menunjukkan bahwa berbagai kepercayaan takhayul dapat meningkatkan kinerja dan keterampilan.

Hanya dengan memakai pakaian atau membawa benda yang dianggap beruntung untuk menghadapi ujian, performa Anda bisa menjadi lebih baik. Sebab, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pada kemampuan diri.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.