Kompas.com - 23/12/2017, 12:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa


KOMPAS.com - Fakta kandungan asam lemak omega 3 dalam ikan bisa meningkatkan kecerdasan otak tidak bisa disangkal lagi. Namun, tahukah Anda bahwa ikan juga bisa memperbaiki kualitas tidur anak?

Fakta tersebut baru-baru ini ditemukan oleh periset asal Universitas Pennsylvania, AS. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports mengungkap bahwa anak yang mengonsumsi ikan minimal seminggu sekali dapat memperbaiki kualitas tidur dan memiliki IQ lebih tinggi.

Peneliti lebih menyarankan orangtua untuk mengubah pola makan anak dibanding memaksa tidur. Sebab, keuntungan yang didapat bisa dua sekaligus.

Mereka percaya, bahwa tidur yang nyenyak dipengaruhi juga oleh omega 3 yang dapat meningkatkan IQ.

Baca juga : Rutin Makan Ikan, Tak Perlu Lagi Konsumsi Suplemen Minyak Ikan

"Mengonsumsi ikan jauh lebih mudah dibanding memaksa anak-anak untuk tidur. Dengan begitu anak bisa tidur nyenyak dan kinerja kognitifnya meningkat. Ini pukulan ganda," kata profesor Adrian Raine, dikutip dari Telegraph, Kamis (21/12/2017).

Penelitian ini diujikan pada 541 anak sekolah yang berusia sembilan sampai 11 tahun. Mereka diminta mengisi survei terkait seberapa banyak mereka mengonsumsi ikan. Setelah itu peneliti mengukur kualitas IQ anak-anak dan para orangtua ditanya terkait kualitas tidur anak mereka.

Tim peneliti menemukan, anak-anak yang mengaku makan ikan minimal seminggu sekali memiliki nilai ujian IQ rata-rata 4.8 poin lebih tinggi dibanding anak-anak yang tidak pernah mengonsumsi ikan.

Sementara itu, anak-anak yang makan ikannya jarang, unggul 3.8 poin dibanding yang sama sekali tidak makan ikan.

Para peneliti juga mengindikasi kualitas tidur yang jauh lebih baik saat anak mengonsumsi ikan. Dalam artian, anak-anak bisa tidur nyenyak dan sedikit mengalami gangguan tidur.

Baca juga : Sehatkah Makan Ikan Setiap Hari?

Konsumsi ikan baiknya dimulai sejak dini. Setidaknya saat anak berusia dua tahun, mereka sudah mulai diberi makan ikan. Para peneliti menyarankan secara bertahap untuk menambahkan ikan dalam makanan anak dari waktu ke waktu.

"Ini menambah bukti bahwa mengonsumsi ikan memiliki manfaat kesehatan yang positif dan harus lebih banyak dilakukan," imbuh Dr Jennifer Pinto-Martin.

"Ini benar-benar harus menjadi upaya terpadu terutama dalam budaya di mana ikan tidak biasa disajikan karena berbau. Anak-anak peka pada bau. Jika mereka tidak biasa (mencium bau ikan), mungkin mereka akan menghindari (makan ikan)," sambungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Telegraph


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.