Kompas.com - 21/12/2017, 21:34 WIB
Hiu lentera beludru (Etmopterus spinax) hidup dalam kegelapan samudera yang dalam. Dia dapat memancarkan cahaya dari kegelapan. Peneliti meneliti hiu lentera ini untuk mengetahui fungsi cahaya pada hiu lentera. Hiu lentera beludru (Etmopterus spinax) hidup dalam kegelapan samudera yang dalam. Dia dapat memancarkan cahaya dari kegelapan. Peneliti meneliti hiu lentera ini untuk mengetahui fungsi cahaya pada hiu lentera.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Adanya hiu lentera (Etmopteridae) yang dapat memancarkan cahaya memang sudah diketahui sejak lama. Namun, tahukah Anda mengapa mereka bercahaya?

Pada bulan Juli tahun ini, spesies hiu lentera baru yang diberi nama Etmopterus lailae ditemukan di bawah laut Kepulauan Hawaii Barat Laut.

E lailae merupakan spesies baru yang dibuktikan dengan pengukuran eksternal, gigi, tulang belakang, dan usus. Ditemukannya hiu lentera di Hawaii ini menambah daftar spesies hiu lentera menjadi 38.

Sejak penemuannya itu, para peneliti mulai menduga-duga manfaat cahaya yang dikeluarkan dari dalam tubuh hiu.

Namun kini, para peneliti sudah yakin bahwa cahaya itu memang untuk pancingan mencari mangsa, kamuflase untuk menghindari predator, dan menarik perhatian pasangan untuk melakukan perkawinan.

Baca juga : Hiu Baru Ditemukan, Bisa Bersinar dalam Kegelapan dan Seukuran Tangan

Alasan ikan bercahaya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti dilansir dari The Guardian Selasa (19/12/2017), hiu lentera merupakan salah satu dari keluarga hiu yang tinggal di laut dalam dan memiliki kemampuan bioluminesen. Ini adalah kemampuan yang membuat tubuh hiu bersinar dalam kegelapan. Sementara itu, hiu lain yang memiliki kemampuan sejenis adalah hiu kitefin (Dalatiidae).

Bioluminesen sendiri merupakan emisi cahaya yang merupakan hasil reaksi biokimia. Hal ini membuat hiu tetap menyala meski sebelumnya tidak menyerap sinar matahari atau radiasi elektromagnetik.

Fenomena ini sudah diteliti pada lebih dari 700 jenis hewan yang sebagian besar hidup di laut. Sebenarnya peneliti sudah menemukan ada 29 peristiwa evolusi independen dari bioluminesen dalam garis keturunan ikan laut.

Dalam jurnal yang diterbitkan di jurnal PLOS One pada 2016, Matthew P. Davis mengungkap bahwa bioluminesen pada vertebrata dapat ditemukan secara eksklusif di antara ikan yang hidup di lingkungan laut.

Baca juga : Ingin Pensiunkan Lampu, Ilmuwan Bikin Tanaman Menyala Dalam Gelap 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.