Kompas.com - 20/12/2017, 18:00 WIB
Tina dan Benjamin Gibson mengadopsi embrio Emma yang telah dibekukan selama 24 tahun Tina dan Benjamin Gibson mengadopsi embrio Emma yang telah dibekukan selama 24 tahun
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

Sebelum mencoba menanamkan embrio, pasangan ini merawat beberapa anak dan senang melakukannya. Saat istirahat mengasuh anak-anak tersebut, mereka menyempatkan diri untuk berlibur selama seminggu.

Saat mengantarkan anjing ke rumah orang tua Tina, ayah Tina memberitahu mereka tentang adopsi embrio ini dan menyarankan mereka melakukannya.

Baca juga: Kali Pertama di AS, Bayi Lahir dari Hasil Transplantasi Rahim

Awalnya, Tina mengatakan tak tertarik. Tapi selama perjalanan liburannya, Tina dan Benjamin tak bisa berhenti memikirkan saran ayah Tina tersebut.

Sepulang dari liburan, mereka berusaha mencari tahu tentang adopsi embrio. Sampailah mereka pada Pusat Dinasi Embrio Nasional di Knoxville, Tennessee yang dapat memfasilitasi transfer embrio beku.

"Selama bulan Agustus tahun lalu, saya melihat Benjamin dan berkata 'saya pikir kita perlu mengajukan permohonan adopsi embrio'... Kami mengisi aplikasi dan mengirimkannya malam itu," ujar Tina.

Bulan Desember 2016, Tina menjalani pengobatan untuk melakukan "transfer tiruan". Baru pada Januari 2017, tes tersebut selesai meski Tina harus melakukan prosedur untuk mengeluarkan polip di rahimnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Maret 2017, pasangan ini dinyatakan siap untuk segala prosedur adopsi embiro. Sebelumnya mereka harus memilih embrio dengan melihat "profil" donor yang mencantumkan informasi genetik dari orang tua genetiknya.

Setidaknya ada 300 profil yang harus mereka lihat.

"Itu sangat banyak. Ada begitu banyak dan ini seperti bagaimana Anda memilih?" Kata Tina.

Singkat cerita, mereka memilih Emma. Saat itulah pasangan tersebut diberitahu oleh Sommerfelt bahwa ini rekor dunia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.