Mengenal Kedekatan Sejarah Indonesia dan Timor Leste Lewat Lukisan Gua

Kompas.com - 19/12/2017, 17:00 WIB
Peta Indonesia, tempat ditemukannya lukisan gua Peta Indonesia, tempat ditemukannya lukisan gua
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Beberapa lukisan gua ditemukan oleh para peneliti di salah satu pulau Indonesia. Eksplorasi ini dilakukan oleh para arkeolog dari The Australian National University (ANU).

Sebanyak 28 situs gua yang berisikan seni batu ditemukan di Pulau Kisar, Indonesia. Pulau yang terletak di utara Timor Leste ini belum pernah dieksplorasi sebelumnya.

Temuan ini cukup mengejutkan bagi para arkeolog, sebab belum pernah di dapati lukisan gua sebanyak ini di Indonesia. Selain itu, lukisan gua di pulau Kisar juga mengungkapkan kedekatan sejarah pulau ini dengan Timor Leste.

Lukisan gua mengungkap kedekatan sejaran Indonesia dan Timor Leste Lukisan gua mengungkap kedekatan sejaran Indonesia dan Timor Leste

Profesor Sue O'Connor dari Sekolah Kebudayaan, Sejarah, dan Bahasa ANU mengatakan bahwa lukisan gua itu membentu menceritakan sejarah perdagangan dan budaya kawasan tersebut.

"Pulau-pulau di Indonesia ini merupakan jantung dari perdagangan rempah-rempah yang kembali selama ribuan tahun," ungkap Profesor O'Connor dikutip dari Phys.org, Jumat (15/12/2017).

Baca juga: Inikah Lukisan Anjing Tertua di Dunia?

"Lukisan yang kami temukan menggambarkan kapal, anjing, kuda, dan orang-orang yang memegang sesuatu seperti perisai. Adegan lain menunjukkan orang bermain drum yang mungkin sedang melakukan upacara," imbuhnya.

Dia juga mengatakan bahwa penemuan tersebut menunjukkan sejarah bersama yang lebih kuat antara pulau Kisar dan Timor Leste. Bahkan, hubungan keduanya terlihat lebih kuat dibanding yang diketahui sebelumnya.

Lukisan Gua Pulau Kisar Lukisan Gua Pulau Kisar

"Lukisan di Pulau Kisar termasuk gambar yang ditandai sangat mirip dengan yang ada di ujung timur Timor Leste," ungkapnya.

"Ciri khas seni di kedua pulau ini adalah ukuran manusia dan hewan yang sangat kecil, kurang dari 10 sentimeter," imbuhnya.

Profesor dari ANU tersebut juuga mengatakan bahwa hubungan kedua pulau tersebut mungkin lebih luas pada periode Neolitik atau 3.500 tahun lalu. Pada periode tersebut, para penduduk Austronesia mengenalkan hewan peliharaan seperti anjing dan menanam tanaman sereal.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber PHYSORG
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X