Kompas.com - 15/12/2017, 20:30 WIB
Keluarga Marsili yang tinggal di Italia ini tak bisa rasakan sakit. Para ilmuwan kini temukan sebabnya. Keluarga Marsili yang tinggal di Italia ini tak bisa rasakan sakit. Para ilmuwan kini temukan sebabnya.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Apa jadinya jika kita tak bisa merasakan sakit? Mungkinkah kita akan seperti Superman yang bisa menghadapi apa saja?

Sayangnya bukan itu yang terjadi, justru kita tak bisa merasakan jika tubuh terluka. Tentu ini bisa menjadi bahaya, karena bisa jadi saat mengalami masalah serius kita tak menyadarinya.

Hal inilah yang dirasakan oleh sebuah keluarga di Italia. Seorang perempuan Italia, dua anak perempuannya, dan tiga cucunya punya masalah dalam merasakan sakit.

Mereka tak bisa merasakan suhu. Bahkan beberapa kali mematahkan tulang mereka tanpa sadar.

Sebelumnya, tak ada yang tahu mengapa keluarga tersebut mengalami hal aneh ini. Tapi kini para ilmuwan mampu menjawabnya.

Baca Juga: Ilmuwan Kembangkan Kecerdasan Buatan untuk Prediksi Rasa Sakit

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan mempelajari genetika keluarga unik ini dan tikus, para peneliti yang diketuai oleh Dr Abdella Habib dari Qatar University berpikir bahwa mereka telah menemukan gen yang bertanggung jawab atas ketidakpekaan keluarga ini terhadap rasa sakit.

Peneliti pun berharap apa yang mereka temukan bisa membantu orang lain mengobati rasa sakit kronis.

"Analisis genetik keluarga manusia dengan sindrom Marsili, sebuah kelangkaan dan mungkin fenotip ketidakpekaan sakit yang unik, dan pemodelan tikus menunjukkan ZFHX2 sebagai gen kritis untuk persepsi rasa sakit yang normal," tulis para peneliti dalam jurnal Brain dikutip dari Gizmodo, Kamis (14/12/2017).

Nama Marsili yang digunakan untuk sindrom ini sendiri diambil dari keluarga di Italia tersebut.

Untuk mengetahui hal ini, para peneliti meminta anggota keluarga Marsili menjalani pemeriksaan ketat. Serangkaian tes yang dilakukan mungkin terdengar seperti penyiksaan ringan terhadap rasa sakit biasanya.

Halaman:


Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Fenomena
Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak, dan Gelombang Tinggi

Fenomena
7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

Oh Begitu
WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

Oh Begitu
5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti secara Ilmiah

Oh Begitu
Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Oh Begitu
5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

Oh Begitu
Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Oh Begitu
Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Fenomena
Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Kita
[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

Oh Begitu
Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Oh Begitu
Laporan Awal, Varian Omicron 'Lebih Ringan' Dibanding Varian Delta

Laporan Awal, Varian Omicron "Lebih Ringan" Dibanding Varian Delta

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.