Kompas.com - 13/12/2017, 10:01 WIB
Hutan mangrove dan ekosistem pesisir di Desa Torosiaje Kabupaten Pohuwato yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Lingkungan Paddakauang. Eksosistem ini mampu menyimpan karbon lebih banyak dan lebih lama. KOMPAS.COM/ROSYID AZHARHutan mangrove dan ekosistem pesisir di Desa Torosiaje Kabupaten Pohuwato yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Lingkungan Paddakauang. Eksosistem ini mampu menyimpan karbon lebih banyak dan lebih lama.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Bangau bluwok juga tak boleh diperdagangkan secara internasional. Di Indonesia, keberadaan Bangau bluwok termasuk hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Lalu, bubut Jawa yang bertubuh kecil juga termasuk dalam kondisi rentan oleh IUCN. Hewan ini termasuk endemik di Indonesia, jika habitatnya semakin rusak bukan tak mungkin Bubut Jawa akan punah.

Kemudian, mangrove di Pulau Dua, Jakarta berperan terhadap bangau bluwok, Cikalang Christmas (Fregratta andrewsi), dan kacamata jawa (Zosterops flavus). Cikalang christmas ditetapkan sebagai burung yang terancam punah. Kacamata jawa populasinya termasuk rentan.

Baca Juga : Kaya Karbon, Mangrove Papua Barat Bisa Jawab Masalah Besar Dunia

Deretan nama burung yang terancam semakin bertambah bila menengok ke Muara Gembong, Jakarta.

Selain bangau bluwok, kacamata jawa, dan bubut jawa, bangau tongtong (Leptoptilos javanicus), serta gelatik jawa (Lonchura oryzivora) juga terancam jika habitatnya tak kunjung membaik. Dua hewan itu ditetapkan sebagai kelompok rentan oleh IUCN.

“Kalau tidak ada lagi tempatnya untuk mereka, saya pikir mereka akan kehilangan tempat singgah dan tidak bertahan dalam waktu panjang,” kata Ria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi kita yang tinggal di perkotaan, menurut Ria, cara termudah untuk ikut melindungi burung-burung itu adalah dengan menggunakan plastik secara bijak dan mengurangi penggunaannya.

“Sampah laut membuat burung kesulitan mencari makan. Lebih mudah kalau airnya jernih. Ada penelitian yang mengungkap ditemukan plastik di perut burung,” kata Ria

Baca Juga : Nenek Moyangnya Bersisik, Kenapa Burung Modern Punya Bulu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.