Kompas.com - 09/12/2017, 14:06 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menangguhkan penggunaan vaksin demam berdarah dengue (DBD) sejak Kamis (7/12/2017).

"IDAI menginstruksi agar dokter spesialis anak menangguhkan pemberian vaksin dengue sampai terbit arahan selanjutnya," demikian pernyataan IDAI dalam keterangan pers yang terbit Kamis (7/12/2017).

Seperti diberitakan Kompas.com; hal ini menyusul pengumuman dari perusahaan farmasi Perancis, Sanofi Pasteur, terkait vaksin Dengvaxia setelah diuji coba ulang.

Hasil analisis selama enam tahun menemukan bahwa vaksin dengue dapat bekerja baik pada mereka yang pernah terjangkit DBD. Akan tetapi, pada yang belum pernah mengalami, vaksin justru dapat memicu penyakit yang lebih parah.

Baca Juga: IDAI Instruksikan Stop Sementara Pemberian Vaksin DBD

Selain Indonesia, negara lain yang menangguhkan vaksin ini adalah Filipina. Dalam catatan pemerintah mereka, vaksin tersebut sudah diberikan pada 733.000 anak-anak dan ada lebih dari 211.000 kasus demam berdarah dengan sedikitnya seribu orang telah meninggal pada 2016.

Menurut Ketua Umum IDAI, Aman Bhakti Pulungan, SpA(K) penangguhan ini harus dilakukan.

"Kami tanggap akan kejadian di Filipina, maka dari itu penggunaan vaksin DBD ditangguhkan untuk sementara waktu," kata Aman kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (8/12/2017).

Setelah surat resmi himbauan IDAI terbit, dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, itu berkata bahwa pihak IDAI telah membicarakan masalah ini dengan beberapa pakar.

Baca Juga: Efek Vaksin DBD Bisa Berbahaya, Ini Penjelasan WHO dan IDAI

"Sejak tadi pagi, (dan) besok, kita masih akan merapatkan hal ini (vaksin dengue). Kita teliti, kita kaji untuk mengambil langkah selanjutnya," ujarnya.

Terkait langkah apa yang akan diputuskan, Aman belum dapat memberitahukannya karena hasil akhir terkait masalah ini belum diputuskan.

"Mungkin bisa jadi, apakah pemberian vaksin akan diteruskan, tapi dengan berbagai syarat. Misalnya sebelum pemberian vaksin harus cek lab. Atau mungkin seperti apa nanti, belum diputuskan," katanya.

"Sementara kita tunda penggunaannya (vaksin) sampai diputuskan segera dalam waktu dekat. Mungkin satu atau dua hari ke depan, sesegera mungkin kita putuskan," sambungnya.

Bersyukur, IDAI selama ini belum pernah mendapat laporan seperti kasus-kasus yang dialami Filipina. Penangguhan sementara ini merupakan pencegahan yang dapat dilakukan sementara waktu.

Baca Juga: Pernyataan Kemenkes Timbulkan Pertanyaan, Vaksin DBD Belum Beredar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.