Kompas.com - 08/12/2017, 21:45 WIB
Gunung Api di Islandia Gunung Api di Islandia
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Baru-baru ini, para ilmuwan mengungkapkan kekhawatiran mereka bila sebuah gunung berapi di Islandia yang telah lama "tidur" meletus. Gunung tersebut adalah Oraefajokull yang terakhir kali memuntahkan abu dan lahar pada 1728.

Beberapa waktu belakangan, gunung api tersebut menunjukkan tanda-tanda aktivitas baru. Salah satunya, sebuah lubang di salju puncak gunung tersebut telah terbenam lebih dari 45 sentimeter setiap harinya.

Bahkan, pada saat ini gunung tersebut 22 meter lebih rendah daripada sebelum aktivitas dimulai. Selain itu, para ahli vulkanologi menyebut ada peningkatan aktivitas seismik dan kebocoran air panas bumi belakangan ini.

Para ahli di kantor metereologi Islandia juga mendeteksi 160 gempa di wilayah tersebut dalam seminggu terakhir. Akibatnya, pihak berwenang menaikkan status peringatan keamanan gunung api ini menjadi kuning.

Baca juga: Ilmuwan Prediksi Letusan Besar Gunung Api Terjadi 17.000 Tahun Sekali

"Kami melihat pola retakan yang besar meningkat di sekitar kaldera. Sekarang lebih dari besar bentuknya dari sebuah lingkaran, memanjang ke arah barat daya," ungkap Ingibjorg Jonsdottir dari Universitas Islandia dikutip dari Sky News, Kamis (7/12/2017).

"Energi panas bumi masih ada dan ini menunjukkan bahwa proses ini jauh dari proses normal di sana," imbuh Armann Hoskuldsson, seorang ahli vulkanologi.

Kaldera gunung tersebut memang berjarak 160 kilometer dari ibukota Islandia, Reykjavik. Akan tetapi, ada pemukiman di dekat gunung api tersebut.

Ketika gunung api Eyjafjallajokull meletus pada 2010, gunung tersebut menghasilkan abu yang mengganggu penerbangan di seluruh Eropa dan Atlantik.

Baca juga: Erupsi Gunung Agung, Seberapa Besar Dampaknya pada Cuaca?

Itu disebabkan oleh ketakutan bahwa partikel kecil material vulkanik yang dimuntahkan oleh gunung tersebut ke atmosfer dapat merusak pesawat dan menewaskan jutaan orang yang terdampar akibat kecelakaan pesawat.

Untuk itu, rencana evakuasi telah dirancang untuk kemungkinan letusan gunung Oraefajokull. Rute evakuasinya adalah dari timur ke barat dari pulau tersebut.

Dalam catatan sejarah, gunung api tersebut telah dua kali meletus yaitu pada 1362 dan 1727-1728. Pada letusan 1362, gunung ini menghasilkan jumlah batuan, abu, dan material lain yang luar biasa. Hal tersebut membuat daerah ini ditinggalkan selama beberapa dekade.



Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Manfaat Kesehatan dari Puasa Menurut Sains

8 Manfaat Kesehatan dari Puasa Menurut Sains

Kita
Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X