Kompas.com - 08/12/2017, 17:54 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Diperkirakan, hanya terdapat 1 kasus ektra kanker payudara dari setiap 7.690 wanita penguna kotrasepsi hormonal.

Lebih jauh, rasionya naik 13 kasus ekstra kanker payudara untuk setiap 100.000 wanita pengguna kontrasepsi hormonal.

David Hunter, profesor epidemologi di Universitas Oxford, dalam editorial di jurnal tersebut mengungkapkan bahwa studi ini "menegaskan bahwa peningkatan risiko, yang pada mulanya dilaporkan pada penggunaan dosis lama dengan dosis lebih tinggi, juga berlaku pada dosis saat ini.

Lebih detail, studi tersebut mengungkap bahwa penggunaan kurang dari satu tahun tidak meningkatkan risiko kemunculan kanker payudara.

Semakin lama digunakan, risiko munculnya kanker payudara semakin besar.

Penggunaan selama 10 tahun, risiko kanker payudara menjadi 40 persen. Angka ini didapat dengan perbandingan pada wanita yang tak pernah menggunakan kontrasepsi hormonal.

Risiko kanker akan hilang jika kontresepsi hormonal digunakan kurang dari lima tahun.

Jika digunakan lebih dari 5 tahun, butuh waktu setidaknya 5 tahun juga setelah berhenti menggunanakan kontrasepsi hormonal sehingga risiko kanker bisa turun.

Berbagai persentase risiko di atas, diumumkan setelah mempertimbangkan beberapa faktor risiko kanker payudara lainnya. Misalnya, riwayat penyakit tersebut di keluarga atau risiko hamil. Sementara aktivitas fisik dan kosumsi alcohol tidak diperhitungkan.

Penelitian ini didanai oleh Novo Nordisk Foundation, sebuah yayasan komersial di Denmark yang mendanai penelitian untuk mendukung kepentingan bisnisnya, mencakup perusahaan farmasi Novo Nordisk. Namun, tidak ada peran dalam perancangan, analisis atau interpretasi penelitian, atau dalam penulisan makalah.

Baca Juga : Manfaat Kontrasepsi Selain Menunda Kehamilan yang Harus Anda Tahu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.