Kompas.com - 03/10/2017, 19:38 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.comKontrasepsi umumnya digunakan untuk menunda kehamilan. Hal ini bertujuan sebagai bagian dari perencanaan keluarga dan pendidikan seksual.

Misalnya, jeda antara anak pertama dan anak kedua disarankan sekitar 2-4 tahun. Rentang waktu itu termasuk pada 1.000 hari masa kehidupan agar orang tua fokus merawat bayi mereka.

Namun, Prof. Dr. Biran Affandi, SpOG(K), FAMM mengatakan, kontrasepsi juga memiliki sejumlah manfaat selain untuk menunda kehamilan. Dari memperbaiki kesehatan hingga khasiat kecantikan.

“Salah satu non-contraceptive benefit dari pil KB (keluarga berencana) dia mampu mengatur menstruasi,” kata Biran dalam acara “Pentingnya Akses Informasi dan Edukasi Bagi Generasi Muda Terkait Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana” oleh Bayer Indonesia di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).

Biran menuturkan, pil KB terdiri dari 21 tablet. Beberapa dokter memberikan 7 tablet tambahan berupa vitamin. Bila diminum secara teratur dalam jangka waktu tertentu akan melancarkan siklus menstruasi.

Baca Juga: Awas, Seks Oral Bisa Memicu Kanker Mulut, Lidah, dan Tenggorokan

Selain itu, pil KB yang dikembangkan juga memiliki manfaat untuk kecantikan. Dari menghilangkan jerawat pada wajah hingga mengencangkan kulit.

Menurut Biran, manfaat non-contraceptive ini dapat digunakan oleh wanita yang belum terikat dalam hubungan pernikahan.

“Karena salah satu efek pil KB adalah menghilangkan jerawat. Itu tidak apa-apa dipakai sebelum menikah atau sudah menikah. Sama saja. Dari pada ke dokter kulit jerawatnya tidak hilang dan mahal,” ujar Ketua Asia Pacific Council on Contraception (APCOC) untuk Indonesia itu.

Bahkan, Guru Besar Ilmu Obsetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menambahkan, dalam rentang waktu 3-6 bulan pengunaan pil KB bisa memperbesar payudara wanita.

Dalam kesempatan itu, Biran juga menegaskan bahwa pil KB yang menyebabkan jerawat hanyalah mitos. Mitos lainnya yakni pil KB dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

“(Berat badan naik) itu sih karena makan banyak. Mitos lainnya itu bikin rahim kering,” ucap Biran.

Untuk mendapatkan informasi terkait kontrasepsi dan kesehatan reproduksi, masyarakan dapat membuka laman www.bicarakontrasepsi.com. Semua pertanyaan yang diajukan masyarakat akan dijawab oleh para ahli.

Baca Juga: Bagaimana Seks Tanpa Kondom Bisa Mengganggu Vagina?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.